Merendra Hidup Indah Penuh Berkah

“Life is like riding a bicycle. Keep your balance. You must keep moving.” -Rio, Scj.
Sambil duduk santai, di lapangan basket dan volly nivisiat SCJ Gisting, terlihat seorang anak kecil belajar bersepeda. Berkali-kali mencoba, jalan berapa meter, jatuh. Jalan goyang, lalu jatuh lagi. Akhirnya sedikit lancar. Beberapa Minggu kemudian anak itu sudah mahir mengendarai sepeda kecil miliknya.
Hidup juga begitu. Kadang jatuh, gontai, dan kadang berlangsung baik. Begitulah roda kehidupan. Kadang di atas, di tengah, dan kadang pula di bawah. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Jatuh, gagal, dan terpuruk itu manusiawi. Satu hal yang pasti itu waktu yang terus berjalan, kesempatan, dan peluang itu selalu terbuka lebar. Asal kita mau belajar dari kesalahan dan tekun berjuang.
Dalam hidup ini ada orang yang datang dan pergi. Ada saatnya rezeki nomplok, ada saatnya rezeki terasa sulit, dan membuat hati ini menjerit. Ada yang pergi membuat pilu dan derita di hati. Sebaliknya ada yang datang dan memberikan kita kenangan dan kebahagiaan. Ada juga yang datang memberikan kita pembelajaran yang berharga, meski harus belinang air mata.
Yang pergi dan hilang itu adalah cara Tuhan agar kita jadi dewasa. Tidak perlu sedih berlama-lama. Yang datang itu kadang berupa tantangan yang membuat kita berpikir keras mencari peluang. Setiap momens kehidupan itu adalah peluang untuk bertumbuh dan berkembang.
Tidak perlu iri, karena semua orang mempunyai porsi rezeki dan jalan hidupnya sendiri. Percayalah, roda kehidupan ini terus berputar, waktu terus berjalan. Selalu ada hal manis dari sikap syukur dan sabar kita. Sadarilah, karena Tuhan sedang merendra hidup kita jadi indah dan penuh berkah.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.