Mengenali Tuhan dalam Kesederhanaan

“Lalu mereka kecewa dan menolak Dia” (Mat 15: 37a).
Yesus kembali ke kampung halaman-Nya di Nazaret dan mengajar dengan penuh hikmat. Tapi orang-orang di sana menolak dan tidak percaya kepada-Nya. Bagi mereka, Yesus hanyalah sosok yang sudah dikenal sejak kecil, sehingga mereka meragukan-Nya dan tidak mampu melihat karya Tuhan yang nyata di tengah mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal serupa juga dapat terjadi pada kita. Kita kerap meremehkan orang-orang terdekat keluarga, sahabat, atau mereka yang hidup bersama kita. Kita mengabaikan nasihat, karena merasa sudah tahu, bahkan menutup hati terhadap kebaikan yang sebenarnya sedang Tuhan nyatakan melalui mereka.
Kita sering lupa, bahwa Tuhan bekerja melalui hal-hal sederhana dan pribadi-pribadi yang dekat dengan kita. Karena itu, Injil mengajak kita untuk membuka hati, tidak mudah menghakimi, dan belajar percaya. Dengan hati yang terbuka, kita akan semakin peka untuk melihat dan merasakan kehadiran Tuhan yang setia dalam setiap peristiwa hidup kita.
Sr. M. Loraine, P. Karm
Jumat, 31 Juli 2026
Yer 26: 1-9 Mzm 69: 5.8-10.14; Mat 13: 54-58
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.