Selembar Daun

“Tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman, tak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan.” -Rio, Scj
Sambil menikmati kopi pagi ini, saat matahari malu menyinari bumi, dan angin dingin gunung Tanggamus membelai lembut. Terlihat selembar daun durian jatuh di rerumputan. Selembar daun kecil tidak akan bisa menutupi bumi. Tapi, bila menempel menutupi kedua mata ini, maka tertutuplah bumi dari jangkauan kita.
Nasihat sederhana untuk kita. Jika pikiran buruk melekat di hati, maka kebaikan sesempurna apa pun tidak akan terlihat. Jika kebencian dan kekecewaan itu menguasai pikiran, tertutuplah belas kasih dan pengampunan. Karena yang ada adalah marah dan dendam. Jika iri hati dan keserakahan melekat pada diri, yang ada adalah keluhan, dan membanding-bandingkan. Jika dosa tinggal dalam diri, jangankan penyesalan, karena yang ada adalah bagaimana berbuat jahat. Tuhan pun terlihat sebagai ancaman.
Jangan biarkan hati ini dikuasai prasangka, sebab prasangka itu akan menutupi menutupi mata hati dan menghilangkan rasa syukur. Jagalah hati ini dengan baik, karena dari sanalah lahir cara pandang kebaikan dan kesucian. Jika hidup kita bersih, kebaikan itu akan selalu tampak, meski dalam keadaan sulit. Setialah pada perkara kecil, kita pun akan dipercaya dalam perkara-perkara besar.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.