Tetap Jadi Gandum yang Baik

“Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman” (Mat 13: 40).

Dunia bagaikan sebuah ladang, tempat kebaikan dan kejahatan tumbuh berdampingan. Melalui perumpamaan tentang lalang di antara gandum, kita diingatkan, bahwa Tuhan memberi waktu bagi setiap orang untuk bertumbuh. Ia tidak segera melenyapkan kejahatan, tapi dengan sabar memberi kesempatan agar rahmat-Nya bekerja dalam hati kita yang masih sering diliputi dosa.

Tantangan terbesar bukanlah keberadaan ‘lalang’ di sekitar kita, melainkan bagaimana kita tetap jadi ‘gandum’ yang baik. Dalam kesibukan dan egoisme, tanpa sadar kita bisa membiarkan ‘lalang’ tumbuh dalam diri: sikap acuh tak acuh, kurang peduli, dan keinginan untuk mementingkan diri sendiri.

Kita diajak untuk terus memurnikan diri. Kita belajar mengutamakan kehendak Tuhan di atas ambisi pribadi, melalui nafas doa dan setia dalam pelayanan yang tulus. Di situlah perlahan kita dibentuk jadi gandum dan berbuah.

Masa panen itu pasti tiba. Sebelum saat itu datang, marilah kita menjaga hati dan tindakan, agar benih kasih kita tetap hidup dan bertumbuh. Sehingga, ketika Tuhan mengumpulkan hasil panen-Nya, hidup kita didapati penuh dengan buah kebaikan.

Laurentia Vonny

Selasa 28 Jul 2026
Yer 14: 17-22 Mzm 79: 8-9.11.13 Mat 13: 36-43

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com