Sampai Jumpa di Meja Pengadilan Ilahi

“Anda boleh berbuat apa pun di dunia ini, boleh jadi pemeluk agama apa saja, dan boleh tidak percaya akan keberadaan Allah. Tapi satu hal yang diyakini sebagai Kebenaran Ilahi, bahwa pada akhir hidup ini, Yesus menanti kita di meja Pengadilan Ilahi dan Dia sendirilah Hakim Tunggalnya.”

Dalam Injil, Yesus mengatakan secara jelas tentang beberapa hal sebagai berikut:

  • Yesus adalah Sang Penabur Firman Allah
  • Benih adalah Firman Allah
  • Dunia dan Manusia adalah ladang di mana benih itu ditaburkan
  • Iblis berjuang untuk mematikan benih itu
  • Adanya pengadilan pada akhir zaman atau kematian kita
  • Para Malaikat membantu Yesus dalam proses peradilan
  • Ganjaran Neraka bagi yang berbuat jahat
  • Imbalan Surga bagi yang berbuat baik.

Dengan demikian kita semakin yakin, bahwa:

  • 1) Apa pun yang kita perbuat di dunia ini akan dihakimi oleh Allah di akhir hidup kita;
  • 2) Bila Anda percaya, bahwa Allah itu Maha Rahim maka bertobatlah selama hidup terberi kepadamu, karena pada saat kematian Anda akan berhadapan dengan Allah yang Maha Adil. Ingatlah apa yang Yesus katakan kepada Santa Faustina, Rasul Kerahiman Ilahi, “Sebelum Aku datang dengan Pedang Keadilan-Ku, maka Aku masih menawarkan lagi lautan Kerahiman Ilahi kepadamu.”
  • 3) Jika Anda tidak mau berenang dalam lautan kerahiman Ilahi (pertobatan), maka siapkanlah dirimu untuk merasakan tebasan pedang Keadilan Ilahi-Nya.
  • 4) Bila hidup masih terberi kepadamu, maka gunakanlah untuk bertobat dan berbuat baik.

Akhirnya, semoga keyakinan kita, bahwa Allah adalah Maha Rahim tidak membuat kita terlena dan menunggu sampai akhir hidup, tapi gunakanlah waktu hidup ini untuk jadi contoh dan teladan dalam perbuatan baik kepada sesama kita.

Monsignor Inno Ngutra, Pr