Warisan Rohani nan Berharga

Pada Hari Kakek-Nenek Sedunia ini, kita merenungkan berkat dan anugerah yang hadir melalui kehadiran para lansia dalam hidup kita.

Kitab 1 Raja-raja 3: 5, 7-12 mengisahkan doa Raja Salomo yang masih muda, yang memohon hikmat untuk memimpin umat Allah. Hikmat sering kali datang seiring bertambahnya usia, melalui pengalaman hidup yang panjang dan perenungan yang mendalam. Kakek dan Nenek adalah lumbung hikmat, saksi sejarah keluarga dan masyarakat, yang menyimpan pelajaran berharga dari masa lalu.

Dalam Injil, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga. Kerajaan Surga digambarkan sebagai sesuatu yang amat bernilai, sehingga seseorang rela mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkannya. Kakek dan Nenek dengan kasih dan pengorbanan mereka selama bertahun-tahun, sering kali jadi “harta terpendam” dan “mutiara berharga” dalam keluarga. Mereka mewariskan nilai-nilai luhur, tradisi, dan fondasi iman yang kukuh kepada generasi selanjutnya.

Adalah kesempatan untuk kita menghargai dan mendengarkan penuh perhatian kisah dan nasihat dari para Kakek dan Nenek. Mereka adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, pembawa kasih dan kebijaksanaan yang tak ternilai harganya. Kehadiran mereka adalah anugerah yang patut disyukuri dan dijaga.

Mari kita meluangkan waktu untuk mendengarkan, belajar, dan mencintai mereka, karena dalam diri mereka tersimpan warisan rohani dan kemanusiaan yang sangat berharga.

“Ya, Tuhan, kami bersyukur atas kehadiran Kakek dan Nenek dalam hidup kami. Berikanlah mereka kesehatan dan kebahagiaan, serta mampukan kami untuk senantiasa menghargai hikmat dan kasih yang mereka bagikan. Amin.”

Ziarah Batin