Cara untuk Mengerti Dia

Ada tiga gadis jatuh cinta kepada satu pemuda yang hampir seumur dengan mereka. Masing-masing gadis itu berusaha tampil sebaik mungkin untuk memenangkan pujaan hatinya. Kadang mereka bersaing kurang sehat, karena yang satu menonjolkan kejelekan temannya yang lain. Kadang mereka bersaing sehat dan positif seperti menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.
Pemuda itu juga mempunyai strategi untuk tampil secara positif kepada masing-masing gadis yang menyukainya. Sekian waktu berjalan, masing-masing dari mereka jadi bosan dan lelah. Khususnya ketiga gadis itu, justru bingung tentang siapa yang sesungguhnya pantas dipilih, karena tidak mungkin ketiga-tiganya. Mereka berdiskusi tentang ini, dan mereka akhirnya sepakat, bahwa pemuda itu mempunyai caranya sendiri untuk mengerti dan memilih salah satu yang dicintainya.
Ilustrasi ini menunjukkan seperti apa cinta itu diungkapkan. Seseorang tentu memiliki kekhasan, sehingga orang lain mendapatkan kesannya sesuai dengan daya tariknya. Seorang pemain gitar tampil begitu berbakat, maka mereka yang mempunyai kesukaan dengan musik tertarik kepadanya. Ungkapan diri seseorang itu bertujuan untuk membuat orang lain mengerti tentang dia dan mendukung dia.
Jika hal ini merupakan tindakan manusia yang layak untuk diapresiasi, justru tindakan kasih Tuhan yang jauh lebih meyakinkan dan menarik perhatian kita. Ia telah lebih dahulu mengungkapkan diri-Nya kepada manusia. Kualitas dan kekuatan ungkapan cintanya jauh melebihi ungkapan manusia, karena Tuhan itu berinkarnasi. Ia membuat yang suci, mulia, dan sempurna masuk ke dalam hidup kita di dunia. Ia mengungkapkan diri untuk menguduskan dunia dan kita semua.
Kepada bangsa Israel, Allah mengungkapkan diri-Nya sebagai Tuhan yang berbaik hati, ketika umat-Nya taat dan beriman dengan benar. Tapi juga Tuhan yang menghukum, kalau mereka melawan dan berbuat dosa. Yesus juga membuat para pendengar-Nya mengerti Dia melalui pengajaran-Nya. Ia memakai perumpamaan, agar mereka mengerti, bahwa Ia sangat memperhatikan mereka yang kecil, rendah hati, menderita, terasing, dan teraniaya. Ia juga membuka pemahaman kepada orang-orang besar, penguasa, kaya, congkak, tapi mereka tidak rela menerima dan mengerti Dia.
Kita memiliki tugas untuk selalu ingin mengerti Tuhan yang mengungkapkan diri-Nya melalui firman-Nya dan ungkapan iman kita. Tapi kita juga mempunyai tugas yang sama pentingnya, yaitu membuat sesama kita dapat mengerti kita. Ini adalah juga cara kita melayani orang lain.
“Ya, Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk memiliki pengertian yang baik dalam berhubungan dengan sesama kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.