Pewarta Sukacita Kebangkitan

Maria Magdalena diliputi kesedihan mendalam, karena kehilangan Yesus. Tapi di balik air matanya itu tersimpan kasih yang mendalam dan kesetiaan yang tidak tergoyahkan. Air mata kerinduannya jadi saksi bisu, betapa berartinya Yesus bagi dia. Bahkan, setelah para murid pergi, Maria tetap tinggal, hatinya terpaut pada Sang Guru.

Keteguhan kasih Maria membawa dia pada anugerah yang luar biasa: ia jadi orang pertama yang berjumpa dengan Kristus yang bangkit. Awalnya, ia tidak mengenali-Nya. Ketika Yesus memanggil namanya dengan penuh kasih, “Maria!” Tabir keraguan itu sirna. Sukacita perjumpaan itu begitu besar sehingga ia ingin terus berada di dekat Yesus. Tapi Yesus mengutusnya untuk jadi pewarta pertama Kabar Gembira kebangkitan kepada para murid.

Pesta Santa Maria Magdalena hari ini mengingatkan kita akan kekuatan kasih yang tulus kepada Yesus. Kasih yang tidak menyerah dalam mencari, bahkan di tengah kesedihan dan kegelapan. Perjumpaan Maria dengan Kristus yang bangkit adalah bukti bahwa kasih yang mendalam akan membawa kita pada perjumpaan pribadi dengan Tuhan, dan mengutus kita untuk membagikan sukacita kebangkitan itu kepada dunia.

“Ya, Tuhan, tumbuhkan dalam hati kami kasih setia seperti Santa Maria Magdalena agar kami senantiasa mencari-Mu dan jadi saksi sukacita kebangkitan-Mu di dunia ini. Amin.”

Ziarah Batin