Allah yang Setia

“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku” (Mat 12 :50).

Injil mengingatkan, bahwa untuk jadi bagian dari orang-orang yang dekat dan berharga bagi Yesus sesungguhnya tidaklah sulit. Siapa pun yang melakukan kehendak Allah Bapa di Surga, merekalah Ibu dan saudara-saudari Yesus. Tapi sebagai manusia yang lemah dan rapuh, kita sulit untuk taat dan setia pada kehendak Bapa. Kelekatan dan keinginan-keinginan yang tidak teratur sering kali membuat kita berpaling dari Allah, bahkan semakin menjauh dari-Nya.

Allah kita adalah Allah yang penuh kasih dan Maha Rahim. Selama kita menyadari kelemahan kita dan senantiasa berjuang untuk melaksanakan kehendakNya, kita akan senantiasa dekat dengan Allah. Allah sungguh setia; Ia setia pada sabda dan janji-Nya. Apa pun yang kita alami saat ini, pemulihan, pengampunan, bahkan keselamatan akan terjadi, karena Ia berjanji untuk datang kepada mereka yang melaksanakan Sabda-Nya dan mengasihi Bapa.

Pertanyaannya, maukah kita juga belajar untuk selalu setia melaksanakan kehendak-Nya?

Veronika – Endah

Selasa, 21 Juli 2026
Mi 7: 14-15.18-20 Mzm 85: 2-8; Mat 12: 46-50

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com