Kelana Kampung dan Kota -96
Simply da Flores
Antara Pemusik dan Penyair

1.
Potret Gitar di Pelukanmu
Ada desah jadi syair
Ada desis jadi nada
dalam gulita yang bercahaya
dalam jiwa raga yang terpesona
Ada petikan dawai berbisik
rasa membaur jadi ombak
Ada lagu dan cerita musik
jiwa raga jadi samudera dan angkasa
Gulita lahirkan pelangi rindu
Aliran melodi merangkul galau
Suka duka bersimpuh dalam debu
Tanya dan jawaban berpelukan dalam waktu
2.
Puisi, Penyair dan Pelangi
Aku terus memilih huruf merangkai kata
Aku meracik kata jadi kalimat
Ada kisah cerita tergores
Ada bait dan paragraf
Entah…
Apakah ini puisi atau syair
Entah…
Apakah ini penulis atau penyair
Mungkin….
Ini hanya pelangi kata
Tetapi aku terus belajar menulis
selama masih ada kata bagi pena
selama masih ada nafas bagi kata
Selama jemari dan pikiran memeluk fakta dan tanya
Aku coba mengartikan puisi
Puisi itu
pelangi pada desah nafas
Makanya…
tidak semua jadi penyair
Tetapi…
Nafas bagian hidup manusia
Termasuk
penyair pembuat puisi
juga yang senang membaca puisi
Termasuk yang mengagumi pelangi
Mungkinkah hidup ini sebuah puisi
dan Sang Ilahi itu seorang Penyair
yang menulis manusia dan pelangi sebagai puisi
Apakah aku bisa jadi penyair
Ataukah ini hanya mimpi dan imajinasiku
Aku membaca buku sastra
Tulisan kreasi hebat para penyair
Ada juga yang tersebar di sosial media
dengan beragam gaya dan pilihan kata
dengan diksi dan aneka makna
Aku kembali bertanya pada kata
apakah tulisanku puisi dan syair
sudahkah tulisanku menjadikan aku penyair
Dan…
kujawab saja apa adanya
Tulisan ini karena ada nafas dan untuk pernafasan
Entah kapan menjelma jadi pelangi
Entah nanti menjadikan aku penyair
Entah ini hanya tulisan, cerita, puisi atau syair
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.