Red-Joss.com | Dulu Allah menampakkan kemuliaan-Nya di Gunung Tabor. Kini menampakkan kemuliaan-Nya kepada kita lewat sesama yang sederhana tetapi punya iman yang kuat. Mereka adalah Gunung Tabor saat ini.
Kemarin, 3 Maret 2023, adalah Jumat Pertama (Jumper) dalam bulan ini. Untuk kali pertama saya hadir dalam Ibadat Jumper para Lansia yang sudah setahun ini rutin dilakukan sebulan sekali.
Saya mengenal semua yang hadir. Kebanyakan ibu. Ada yang usianya 79, ada yang 80, ada yang stroke hadir bersama suami tercinta dan ada juga yang usianya masih 53, tapi berjiwa lansia (melayani seperti Ibu Ayah) sendiri.
Ada seorang Ibu yang selalu ceria. Orangnya simpatik, murah senyum, dan murah hati. Saya tahu, bahwa beliau sama seperti Ibu-ibu yang lain mempunyai masalah (hidup sendiri, sudah sepuh, sakit, ditinggal anaknya). Tapi ia tetap gembira, tegar, dan kuat menjalani hidup ini.
Saya bertanya, โBu, supaya bahagia resepnya apa yaa?โ Sambil tersenyum beliau menjawab, โSaya bersandar kepada Tuhan dan berdoa, Pakโ.
Berdoa. Berserah diri pada Tuhan. Itu pula yang dilakukan Yesus bersama tiga murid inti-Nya (Petrus, Yakobus dan Yohanes) di Gunung Tabor yang hening. Dengan berdoa di Gunung Tabor itu ditegaskan siapa Yesus dan apa misinya.
Masa Puasa adalah saat terbaik untuk memperbaiki relasi dengan Yesus. Saat untuk memperbaharui kesetiaan kita pada-Nya, sebagai pribadi atau yang khusus dipilih-Nya sebagai Kaling, Korwil, PSE, Prodiakon, SKK, atau apa saja. Semuanya adalah jalan untuk melihat kemuliaan Allah di Gunung Tabor masa kini.
Tetap setia sampai akhir.
Jlitheng

