Menghadirkan Kasih-Nya dalam Kehidupan

“Nama Kristus paling dimuliakan bukan ketika kita merasa paling benar, melainkan ketika kita mengasihi dengan belas kasih-Nya.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau mengingatkan kami, bahwa setiap hari baru adalah anugerah belas kasih-Mu. Engkau memberi Raja Hizkia usia tambahan, bukan sekadar supaya ia hidup lebih lama, melainkan supaya ia hidup lebih setia. Waktu saja tidak mengubah hati, tapi hanya rahmat-Mu yang sanggup mengubah hati.

Dalam Injil, Putra-Mu Yesus menyingkapkan apa yang sungguh memuliakan namaMu yang kudus itu. Orang-orang Farisi berhati-hati menjaga hukum, tapi gagal mengenali Sang Pemberi Hukum yang berdiri di hadapan mereka. Mereka menjaga Sabat, tapi mengabaikan Tuhan atas Sabat. Mereka membela kurban, tapi melupakan belas kasih.

Bapa, betapa mudahnya aku melakukan hal yang sama. Aku bisa jadi lebih sibuk membuktikan diri benar daripada mengasihi, lebih cepat mengoreksi orang daripada mendengarkan, lebih melekat pada rutinitas daripada pada kehendak-Mu.

Ajarlah kami menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan nama Kristus: setiap jejak kesombongan, merasa diri paling benar, menyimpan dan memelihara kepahitan, serta sikap tidak peduli. Tolonglah kami mempraktikkan belas kasih dalam hal-hal sederhana: berbicara lembut di rumah, menjawab dengan sabar saat disela, berprasangka baik kepada orang, dan cepat mengampuni daripada terus mengingat-ingat luka. Beri kami kerendah-hatian untuk mengaku salah, meminta maaf tanpa membela diri, dan melayani tanpa pamer dan tanpa mencari pujian.

Ajarlah kami juga menghormati Sabat dengan istirahat yang sungguh. Tunjukkan kami bagaimana menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu, meletakkan ponsel, berhenti memeriksa pesan untuk sementara, menghindari pekerjaan dan kekhawatiran yang tidak perlu, agar dapat memberi kesempatan untuk berdoa, beribadah, waktu bersama keluarga, dan menikmati damai Tuhan. Biarlah istirahat ini jadi tanda, bahwa kami lebih percaya kepada-Mu daripada usaha kami sendiri.

Terima kasih, Bapa, atas anugerah-Mu. Semoga kami tidak menyia-nyiakan waktu yang Engkau percayakan kepada kami, tapi menggunakannya untuk mengasihi-Mu lebih dalam, menunjukkan belas kasih dalam tindakan nyata, dan jadi alat kerahiman-Mu ke mana pun kami Engkau utus.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)