Serba-serbi Piala Dunia 2026:
Salib yang Terpasang pada Peluit

Oleh: Peter Suriadi
Wasit FIFA asal El Salvador, Iván Barton, jadi topik pembicaraan yang tidak terduga selama semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Prancis. Tayangan dari tempat berlangsungnya pertandingan di Stadion AT&T menunjukkan salib perak terpasang pada tali peluit Barton, tergantung di jersey merahnya saat ia memimpin salah satu pertandingan paling bergengsi di turnamen tersebut.
Simbol sederhana itu dengan cepat menarik perhatian di media sosial. Banyak yang memujinya, karena secara terbuka, tapi bijaksana mengungkapkan iman Katoliknya.
Lahir pada 27 Januari 1991 di Santa Ana, El Salvador, pria berusia 35 tahun ini menyeimbangkan dua karier. Di samping perannya sebagai wasit sepak bola elit, Barton adalah seorang Profesor Kimia Organik dan memegang gelar Sarjana dari Universitas El Salvador.
Ia mendapatkan lencana internasional FIFA pada tahun 2018 dan dengan cepat menanjak di jajaran wasit sepak bola dunia. Setelah melakukan debutnya di Piala Dunia FIFA di Qatar pada tahun 2022, Barton terpilih lagi untuk turnamen 2026. Tahun ini, ia telah memimpin beberapa pertandingan besar: Jepang kontra Swedia di babak penyisihan grup, Swiss kontra Kolombia di babak 16 besar, dan semifinal Spanyol kontra Prancis.
Salib yang terpasang pada peluitnya mencerminkan keyakinan pribadi Barton dan warisan Katolik dari negara asalnya, El Salvador. Meskipun sederhana, simbol itu beresonansi dengan banyak penggemar sepak bola di seluruh dunia, berfungsi sebagai pengingat, bahwa ungkapan iman dapat secara diam-diam menyertai, bahkan acara olahraga terbesar di dunia.
Sebagai pengadil Barton bertanggung jawab untuk bisa memberikan keputusan yang adil di bawah sorotan jutaan pasang mata. Baginya salib bukan hanya sekadar asesoris, tapi sebuah pengingat dan spirit untuk menjalankan tugas dengan jujur agar bisa berlaku adil.
Bapak Peter Suriadi, Bogor
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.