Kuk Cinta Kasih

“Kekudusan itu bukan mendaki gunung dengan kekuatan sendiri, melainkan berjalan bersama Kristus sampai Ia membawa kita kepada Bapa.”
Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu tidak menjanjikan hidup tanpa beban. Ia mengundang kami untuk berjalan bersama-Nya.
Allah Bapa, sering kali aku memohon agar salibku diangkat, sementara Yesus dengan lembut berkata, “Marilah kepada-Ku.” Aku menginginkan jalan yang lebih mudah, tapi Engkau justru memberiku sesuatu yang jauh lebih indah: hati Yesus sendiri, kekuatan-Nya, dan penyertaan-Nya setiap saat.
Melalui Nabi Yesaya, Engkau berkata, bahwa jalan orang benar dibuat rata. Bukan karena tidak ada batu atau tanjakan, melainkan karena Kristus telah lebih dahulu melaluinya. Dialah Jalan yang membawa kami menuju gunung kudus, yaitu diri-Nya sendiri, tempat setiap hati kami akhirnya menemukan rumah.
Bapa, aku mengakui, bahwa aku sering mencari hiburan sesaat daripada damai yang sejati. Lebih mudah menghabiskan waktu dengan media sosial daripada berdiam di hadapan-Mu. Lebih mudah memenuhi pikiranku daripada membuka hatiku bagi Sabda-Mu. Namun setiap pelarian hanya membuatku semakin haus, sedangkan setiap saat bersama Yesus selalu menyegarkan jiwaku.
Ajarlah kami memikul kuk Yesus, yaitu kuk cinta kasih. Pada awalnya kuk itu mungkin terasa berat, tetapi ketika kami dipersatukan denganNya, sesungguhnya Dialah yang memikul beban yang tak sanggup kami tanggung. Ketaatan-Nya jadi inspirasi kami. Kerendahan hati-Nya jadi kekuatanku. Kasih-Nya jadi tempat peristirahatanku.
Tanpa Yesus, segala usahaku hanyalah seperti melahirkan angin. Tapi bersama Dia, semuanya jadi rahmat. Bahkan kelemahanku pun dapat jadi tempat kemuliaan belas kasih-Mu dinyatakan.
Aku memilih berjalan bersama Yesus. Tuntunlah kami semua selangkah demi selangkah sampai kami mencapai puncaknya yang adalah Kristus sendiri, tempat setiap beban menjadi ringan, karena kami tidak pernah berjalan sendirian.
Yesus, Engkaulah Andalanku. KepadaMu aku percaya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.