Makin Mengenal Tuhan, Kian Rendah Hati

“Kerendahan hati membuka pintu bagi hikmat yang tidak pernah dapat dicapai oleh kesombongan.”
Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu menghibur hatiku. Ia bersyukur kepada-Mu, karena Engkau berkenan menyatakan rahasia Kerajaan-Mu bukan kepada mereka yang merasa paling pandai, melainkan kepada mereka yang memiliki hati seperti anak kecil.
Bapa, ajarilah aku jadi pribadi yang sungguh sederhana di hadapan-Mu. Bukan berarti aku berhenti belajar, melainkan supaya aku tidak pernah berhenti bergantung kepada-Mu. Berilah aku kerendahan hati untuk mengakui, bahwa aku tidak memiliki semua jawaban, dan bahwa tanpa tuntunan-Mu, aku mudah tersesat.
Sering kali tanpa kusadari aku lebih mempercayai pikiranku sendiri daripada kebijaksanaan-Mu. Aku ingin mengendalikan hidupku, menentukan jalanku sendiri, bahkan merasa mampu berjalan tanpa-Mu. Yesus mengingatkanku, bahwa misteri kasih-Mu hanya dapat diterima oleh hati yang rendah hati, terbuka, dan mau diajar.
Pada peringatan Santo Bonaventura ini, kami belajar, bahwa pengetahuan yang sejati selalu berjalan bersama kasih. Ia dikenal sebagai salah satu pemikir terbesar Gereja. Tapi makin mengenal-Mu, ia jadi kian rendah hati. Bantulah agar kami tidak mencari pengetahuan demi kebanggaan diri, tapi agar makin mengasihi-Mu dan melayani sesama.
Bapa, jadikanlah hatiku mudah dibentuk oleh Roh Kudus. Ketika aku keras kepala, lembutkanlah aku. Ketika bingung, terangilah jalanku. Ketika mulai sombong, ingatkanlah bahwa semua yang kumiliki adalah anugerah-Mu.
Aku ingin berjalan sambil menggenggam tangan-Mu seperti seorang anak yang percaya penuh kepada Ayahnya. Tuntunlah setiap langkah kami, Bapa, agar melalui hidup kami makin banyak orang mengalami kasih dan belas kasih-Mu. Demi Kristus Tuhan kami.
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.