Kontrol

“Lahir ditolong, mati digotong, dan tidak perlu jadi sombong.” -Rio, Scj.

Itulah realitas hidup. Saat lahir ke dunia kita ditolong, saat mati pun kita digotong orang lain. Karena itu tidak ada alasan untuk kita sombong.
Untuk tidak jadi sombong kontrol 5 M:

“Control your Mind,” sombong itu lahir dari pikiran, perencanaan dan logika. Ketidakpuasan, keinginan, dan pikiran jahat membuat kita sombong. Perencanaan dan logika membandingkan hidup kita dengan orang lain akan membentuk sikap iri dan kurang bersyukur. Tidak semua yang pintar itu benar, dan tidak semua yang benar itu lahir dari pikiran pintar.

“Control your Mouth,” setiap kata dan kalimat yang ke luar dari mulut adalah gambaran kualitas diri. Jika kata itu menyakiti, merendahkan, dan menjatuhkan, sadarlah, karena kita saling membutuhkan. Hargai dan berhati-hatilah dengan setiap kata yang diucapkan. Ingat, kata adalah doa.

“Control your Mood,” ‘mood’ yang baik itu membentuk suasana hati yang baik. Sehingga memudahkan kita bersyukur, penuh kasih, dan damai. Hidup pun jadi ringan untuk dijalani. Sebaliknya ‘mood’ yang tidak baik akan membuat hidup terasa berat untuk dijalani.

“Control your Money,” uang itu memang penting. Ubahlah uang jadi rezeki yang pantas untuk kita syukuri. Uang itu bukan soal nominal, melainkan berkat Tuhan yang bisa dihitung dalam nominal.

“Control your Manner,” prilaku, sikap, etika dan moral itu perlu dijaga dengan bijaksana. Sikap yang dijaga akan kembali juga kepada kita. Prilaku yang baik dan bijaksana yang akan mengalahkan dunia. Merangkul sesama dalam pelukan kasih dan cinta. Moral dan etika yang terpelihara, membuat hati Tuhan bersukacita atas hidup kita.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj