Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | Apa itu berpolitik, mengapa kita justru perlu berpolitik, apa tujuan kita berpolitik?
Berpolitik itu suatu yang baik, suatu kondisi yang netral, bahkan sungguh baik di dalam bernegara dan berbangsa, karena bertujuan baik.
Faktanya, tidak ada bangsa di muka bumi ini yang berbangsa dan bernegara tanpa berpolitik.
Kata โidentitasโ (identity), adalah suatu โciri khasโ, atau bahkan suatu โjati diriโ seseorang atau sekelompok orang, etnis, atau pun agama, agar diketahui dan dikenal serta dipahami oleh warga masyarakat yang lain.
Mengapa โberpolitik berdasarkan identitasโ, berdasarkan pengalaman di negeri ini, justru telah meninggalkan traumatis, mengucurkan darah dari ujung pedang lidah serta menyisakan kondisi khaostis.
Hal itu, adalah sebuah fakta bersama di dalam berbangsa dan bernegara di negeri ini.
Adalah sebuah fakta, bahwa masyarakat di dalam negara dan bangsa kita ini, sedari sononya, memang “muktikultural.” Kita ini adalah salah satu bangsa di muka bumi yang paling jelas identitasnya. Kita terdiri dari ratusan dan bahkan ribuan etnis, bahasa, serta budaya. “Bhinneka Tunggal Ika,” semoga menjadi spirit serta kesadaran utama kita sebagai sebuah bangsa.
Sistem “berpolitik secara identitasโ, berarti politisi serta para pengikutnya mau mengedepankan โkeunikanโ mereka agar dikenal dan diminati.
Di dalam konteks pemahaman ini, mereka akan menekankan serta memanfaatkan pada aspek kesamaan etnis, kesamaan agama, demi meraih suara rakyat.
(Vox populi, Vox dei), suara rakyat adalah suara Tuhan.
Fakta di lapangan, di negeri ini, bahwa praktik berpolitik secara identitas, justru telah melukai dan mencabik hati masyarakat bangsa.
Pengalaman Pilkada DKI (2017), gamblang, telah memberikan didaktika atau โpelajaran mahalโ, lewat riuhnya suara cercaan atas keterbelahan ini. Pengalaman itu, sungguh menyakiti hati kita sebagai sebuah bangsa beradab.
Kiranya, seruan dari para petinggi bangsa serta berbagai pihak, sudi kita acuhkan. Semoga, para politisi kita, sudi berhati-hati di dalam mengayunkan pedang berpolitik.
Selamat berpolitik secara beradab demi dan atas nama kemanusiaan.
Ingat, ingat, ingat, politik itu “hanyalah sebuah alat / cara” demi mencapai tujuan kemakmuran serta kesejahteraan bangsa.
Saudara, semoga tulisan kecil ini, dapat menjadi โsebingkai cermin jernihโ bagi kita sebagai warga suatu bangsa.
Maka, hentikanlah cara berpolitik brutal hanya demi meraih dan memenangkan sebuah kontestasi politik.
“Saudara, tidak ada yang abadi di atas bumi maya ini!”
…
Kediri,ย 4ย Maretย 2023

