Kerendahan Hati menuju Hikmat Sejati

Pada peringatan Santo Bonaventura, seorang teolog dan filsuf Fransiskan, kita diingatkan akan keutamaan kerendahan hati sebagai jalan menuju hikmat sejati. Injil Matius 11: 25-27 menggemakan semangat hidup Santo Bonaventura, di mana Yesus bersyukur kepada Bapa, karena menyembunyikan kebenaran dari orang bijak dan pandai, tapi mengungkapkannya kepada orang-orang sederhana. Dengan kecerdasan intelektual yang luar biasa, Bonaventura memilih jalan kerendahan hati dan pelayanan, meneladan Santo Fransiskus dari Assisi.
Santo Bonaventura memahami, bahwa hikmat sejati tidak hanya diperoleh melalui olah pikir semata, tapi juga melalui hati yang terbuka dan penyerahan diri kepada kehendak Allah. Seperti yang diungkapkan Yesus, pengenalan akan Bapa dan misteri Kerajaan Allah lebih mudah diterima oleh mereka yang tidak mengandalkan kepandaian duniawi. Kerendahan hati membuka pintu bagi rahmat Ilahi untuk menerangi akal budi dan menggerakkan hati menuju kebenaran yang lebih dalam.
Teladan Santo Bonaventura mengajak kita untuk merenungkan kembali cara kita mencari hikmat. Apakah kita lebih mengandalkan kekuatan intelektual sendiri, ataukah kita membuka diri dengan rendah hati kepada bimbingan Roh Kudus?
Peringatan Santo Bonaventura ini menginspirasi kita untuk menumbuhkan kerendahan hati, sehingga kita layak menerima wahyu kebenaran Ilahi dan semakin mengenal Bapa melalui Yesus Kristus.
“Ya, Allah, sumber segala hikmat, melalui teladan Santo Bonaventura, ajari kami kerendahan hati agar kami layak menerima pengenalan akan Dikau. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.