Menanggapi Kasih Tuhan

Dalam Injil, Yesus menegur keras kota-kota yang telah menyaksikan banyak mukjizat-Nya, tapi mereka tetap tidak bertobat. Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum telah melihat kuasa Allah secara langsung, tapi hati mereka tetap keras. Yesus mengatakan, bahwa nasib Tirus dan Sidon, kota-kota kafir yang terkenal kejahatannya itu akan lebih baik pada hari penghakiman daripada mereka.

Teguran Yesus ini menyentil kita tentang bahaya kebiasaan rohani, tanpa adanya perubahan hati. Melihat dan mendengar tentang kebaikan Tuhan tidak otomatis membuat kita jadi lebih baik. Justru, makin besar terang yang kita terima, kian besar pula tanggung jawab kita untuk merespons dengan pertobatan dan perubahan hidup. Jangan sampai kita jadi seperti kota-kota itu, yang dekat dengan sumber berkat, tapi tetap jauh dari hati Tuhan. Kesempatan demi kesempatan diberikan, tapi penolakan itu akan membawa konsekuensi yang serius.

Marilah kita senantiasa memeriksa hati kita agar tidak jadi tumpul terhadap panggilan kasih Tuhan.

“Ya, Tuhan, ampunilah kami, karena hati kami sering kali keras dan lalai terhadap kebaikan-Mu. Lembutkan hati kami agar senantiasa terbuka terhadap panggilan-Mu dan menghasilkan buah pertobatan yang sejati. Jangan biarkan kami jadi orang-orang yang dekat dengan terang-Mu, tapi jauh dari hati-Mu. Amin.”

Ziarah Batin