Menderita demi Iman kepada Kristus

“Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan” (Rm 8: 19).

Gereja-gereja yang baru didirikan St. Paulus di banyak tempat pada masa Gereja Awali dulu mengalami pelbagai penganiayaan. Maka St. Paulus menghibur dan menguatkan hati mereka supaya mereka kuat dalam pengharapan akan kemuliaan surgawi. St. Paulus sendiri telah mengalami banyak sekali penganiayaan dan kesukaran, ketika dia berkeliling untuk mewartakan Injil Kristus di daerah Asia kecil sampai ke Roma; begitu banyaknya sehingga dia mendaftarnya (lih. 2Kor 11: 23-29). Dia bisa begitu tabah menderita,
karena keyakinannya akan kemuliaan surgawi yang menantinya dalam kehidupan abadi, sehingga dia sungguh jadi teladan kita yang sempurna dalam hal ini.

Kita yang menerima buah-buah dari ketabahan mereka dalam menanggung segala penderitaan demi Kristus, karena dari situlah akhirnya iman akan Kristus tersebar ke seluruh dunia dan sampai kepada kita, sehingga kita boleh diselamatkan dan diangkat jadi anak-anak Allah seturut teladan mereka.

Marilah kita menguatkan harapan akan kemuliaan surgawi yang menanti kita di balik kesukaran yang dialami dalam mengikuti jejak Kristus dan para pendahulu kita. Sehingga kita juga tabah dalam menjalaninya.

Sr. Marietta, P. Karm

Minggu, 12 Juli 2026
Yes 55: 10-11 Mzm 65: 10-14 Rm 8: 18-23; Mat 13: 1-23 (Panjang) atau Mat 13: 1-9 (Singkat)

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com