Usia

“Hidup itu antara sabar dan syukur. Pas dapat bersyukur, pas tidak dapat, ya, sabar.” -Rio, Scj.

Akan ada saatnya ketika usia bertambah, bukan lagi ucapan, pujian dan hadiah dari manusia yang kita harapkan, melainkan senyuman Tuhan yang kita rindukan.

Hidup ini bukan siapa cepat sampai, melainkan berproses bersama Tuhan jauh lebih penting. Mulai saja, mungkin terlambat, atau terlalu lambat. Pilih yang tepat dan bermanfaat. Hidup kita akan membawa dan jadi berkat.

Tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan, apalagi jalan pintas menuju Tuhan. Sabar dan bersyukur. Sabar melalui berbagi proses. Sabar, jika usaha belum menampakan hasil. Yakinlah perjuangan, ketekunan dan kerja keras itu tidak pernah mengkhianati hasil. Bersyukurlah, sekecil apa pun berkat dan rezeki Tuhan. Rasa syukur itu yang membuat hidup ini bahagia. Karena orang mempunyai segalanya itu belum tentu bisa bersyukur.

Belajarlah untuk mengikhlaskan. Tidak semua bisa kita kendalikan, kita ubah, bahkan tidak mungkin kita dapat menyenangkan semua orang. Fokuslah pada yang bisa diusahakan, diperjuangkan daripada larut dalam keterpurukan dan penyesalan. Lebih baik kita melangkah dengan pasti daripada diam di tempat.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj