Kelana Kampung dan Kota -86
Simply da Flores
Menyusuri Mata Air NKRI

1.
Selokan dan got mampet
entah di kota maupun kampung udik
Aneka sampah menumpuk bau tengik
coklat hitam pekat warna menjijikkan
Seperti korupsi yang merajalela mendera nasib bangsa
Berdiri di muara sungai dan pesisir pantai
aneka sampah plastik berserak
ditemani sterofom dan popok bayi
bahkan hingga ke dasar laut
jadi pembunuh karang dan racun yang dimakan ikan
Mungkin seperti kata sumpah janji palsu dan program kebohongan pembangunan negara
Yang berhamburan dalam korupsi
2.
Menyusuri sungai di berbagai wilayah negeri
Banyak yang kering atau semakin dangkal tertutup lumpur
Sampah plastik, merkuri dan limbah pabrik menggenangi
Musim hujan dibanjiri lumpur dan terjadi aneka bencana
Yang disalahkan yakni cuaca dan rakyat kecil
katanya buang sampai sembarangan
Sedangkan bencana alam bisa jadi proyek korupsi
Hutan belantara pengatur air dan ekosistem
kini semakin gundul dan sirna demi pembangunan
Para pengusaha tambang, perkebunan, pemukiman dan kawasan industri bebas beraksi
Karena dilindungi negara demi investasi dan pendapatan negara
Entah hasilnya dinikmati rakyat atau siapa
3.
Datangi bukit dan pegunungan
berharap menemukan mata air bening
Namun…
ternyata hutan sudah gundul untuk aneka tambang dan perkebunan
Banyak juga menjelma sebagai pemukiman dan villa mewah
Maka hujan turun tak bisa tertahan
banyak mata air kering sirna
Ekosistem berubah karena ulah manusia
apalagi yang punya harta dan kuasa
bisa berbuat apa saja sesuai selera
Menjelang HUT 81 NKRI
ada jarak yang telah ditempuh mengisi kemerdekaan
Banyak yang baik dan patut dibanggakan
tetapi entah siapa yang menikmati manfaatnya
Ketika bicara ideologi Pancasila dan cita-cita Proklamasi
yang bicara adalah korupsi dan Panca Gila
Entah…
masih adalah mata air NKRI
atau sudah kering sirna dan di lupakan sejarahnya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.