Bersiap Menghadapi Risiko

Dua orang remaja, Kakak beradik, belanja tas sekolah di toko. Kakak yang seorang perempuan itu membeli tas yang harganya lebih murah, sedangkan Adiknya laki-laki membeli yang lebih mahal. Tas yang lebih murah itu memiliki saku-saku untuk menyimpan botol air dan barang lain seperti payung dan benda-benda lain untuk keperluan bermain di sekolah.

Tas yang lebih mahal memang bentuk dan warnanya jauh lebih indah, tapi tidak memiliki saku-saku untuk menyimpan air dan payung. Sang Adik menyadari pentingnya tas seperti yang dibeli Kakaknya, maka ia kembali ke toko itu untuk menggantikannya dengan tas yang sama dengan Kakaknya.

Kita melihat, bahwa kedua remaja ini sungguh memperhitungkan risiko yang akan dihadapi, ketika mereka kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini.

Risiko bagi bangsa Israel yang disampaikan oleh Nabi Hosea ialah yang harus dihadapi setelah mereka terlanjur jatuh ke dalam lumpur dosa. Jika ingin mendapatkan hidup baru yang lebih baik, mereka harus meninggalkan hidup yang penuh dosa, lalu datang dengan penyesalan dan bertobat kepada Tuhan. Hal ini gampang dikatakan atau diajarkan, tapi berat untuk dipraktikkan.

Yesus memberikan sebuah daftar risiko dan bahaya yang sudah menunggu para murid-Nya yang diutus atas nama-Nya. Yang paling serius ialah mereka harus menderita segala bentuk penganiayaan seperti yang dialami Yesus sendiri. Mereka juga siap untuk kehilangan nyawanya. Risiko ini berguna untuk sebuah kelangsungan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan, dan harga sebuah panggilan dalam mengikuti-Nya. Jadi motivasinya sangat spiritual.

Bersiap untuk risiko itu berbeda dengan berani menghadapi risiko. Bersiap dengan risiko menunjukkan, bahwa seseorang itu tenang, optimis, percaya diri, dan rela untuk menghadapi apa pun. Kalau risikonya berat dan tidak terduga, ia akan menghadapi dengan bersemangat dan kerelaan. Kalau risikonya kecil ia tidak meremehkan atau bersantai-santai. Sedangkan keberanian itu berkaitan dengan reaksi dan perlawanan terhadap risiko yang sudah diketahui. Di sini dapat terjadi bentrok atau konflik di antara pihak-pihak yang bertentangan.

Bagi kita, persiapan dan kewaspadaan adalah keutamaan. Kitab Suci menasihatkan kita untuk selalu bersiap-siaga dan penuh perhatian akan tanda-tanda dari Tuhan, karena di depan kita ada banyak risiko yang menunggu. Ketika kita memilih untuk beriman kepada Yesus Kristus dan memutuskan untuk menjalani panggilan masing-masing, kita harus bersiap dengan risikonya.

“Ya, Yesus Kristus, semoga kami selalu bersiap dan waspada terhadap setiap risiko yang akan kami hadapi di dalam jalan panggilan kami masing-masing. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)