Kelana Kampung dan Kota -83
Simply da Flores
Menuju HUT 81 NKRI

1.
Pancasila dan Tri Sakti

Ada lima sila
yang jadi wasiat penuh makna
Dirumuskan para Pendiri Negara
dan digali dari sanubari suku bangsa Nusantara
untuk jadi pijakan dan pedoman ziarah
Berkelana meraih cita-cita bangsa
Pancasila dasar Negara Indonesia
Sepertinya sirna bersama jasad raga para pahlawan
Tak berdaya hadapi dasyatnya energi selera
seperti korupsi yang semakin merajalela

Tercatat ada semangat cita Tri Sakti
Kita harus berkepribadian dalam budaya
Kita mesti berdikari dalam ekonomi
Kita bisa berdaulat dalam politik
Namun…
rumusan indah tak bisa menjelma jadi fakta
Tidak segampang membalik telapak tangan
Ketika banyak pertikaian dalam pribadi
Saat belum mampu bersatu berkarya nyata
dengan mengandalkan kekuatan rahmat Sang Pencipta

2.
Dasyatnya Pesona Korupsi

Mulut ucapkan sumpah jabatan
Tangan kanan diangkat dua jarinya
Tangan kiri di atas Alkitab agamanya
didampingi oleh tokoh agama
Disaksikan langsung sekian banyak pejabat
Disiarkan dan dipublikasi ke mana-mana
Demi Negara dan bangsa
Atas nama Tuhan Yang Maha Esa
Tetapi…
nyatanya pikiran bisa berubah gaya
karena kenikmatan raga dan kepuasan selera
serta mampu kalahkan hati nurani dan sanubari jiwa
Bahkan bisa jadi Tuhan dan Tuan Raja

Ketika ada peluang dan godaan
Jabatan pun bisa disalahgunakan
Sumpah jabatan mampu diabaikan
Tuhan dan iman tidak dipedulikan
Rasa takut dan malu dihilangkan
Karena angka menggiurkan dan kata mempesona
Korupsi, mencuri uang hak rakyat
Tidak hanya untuk pribadi sendiri
tetapi harus berkelompok dan gerombolan
Agar bisa bebas dinikmati berpestapora
Cukup dengan berkreasi kata dan topeng
Apalagi ini zaman digital milenial
semua bisa direkayasa seperti skenario sandiwara

3.
Panca Gila

  • Keuangan yang Maha Esa
  • Nafsu kebinatangan yang bathil dan biadab
  • Kesengsaraan lara derita rakyat Indonesia
  • Kerakusan yang dipimpin oleh nikmat kebodohan dari pejabat korup, politisi busuk dan pebisnis tamak
  • Kegalauan dan ketidakadilan sosial yang membelenggu rakyat dan mengaburkan Proklamasi NKRI