Belas Kasihan Sebatas Kata hanyalah Sebuah Kebisuan

“Cinta dan belas kasih tanpa tindakan nyata dan perbuatan baik adalah sebuah kebisuan. Bila orang bisu bertindak dan berbuat baik tanpa kata lebih daripada kita yang bisa berbicara maka sesungguhnya, kitalah yang bisu dan buta hati nurani.”
Kehadiran Yesus di dunia memberikan makna baru bagi kata cinta dan belas kasihan. Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan, tapi selalu saja disertai dengan tindakan seperti memberi yang lapar makan, yang buta bisa melihat, yang bisu dapat berbicara, yang lumpuh boleh berjalan, dan yang mati dibangkitkan. Melalui tindakan dan perbuatan Yesus kepada orang banyak, Ia mau memperlihatkan, bahwa keindahan kata cinta dan belas kasihan hanya bermakna bagi hidup orang lain, bila disertai dengan perbuatan baik.
Dengan demikian, kita disadarkan, bahwa:
- 1) Masih banyak saudara di sekitar kita yang hidup dalam serba kemiskinan, lapar, sakit, dan menderita;
- 2) Situasi penderitaan sesama hendaklah jadi undangan bagi kita untuk menanggapi panggilan Allah bekerja di kebun anggur-Nya yang masih sedikit pekerjanya untuk memberi makan kepada yang lapar, menghibur yang sedih, dan menguatkan yang lemah;
- 3) Sumber kekuatan kita adalah Tuhan, yang akan menjamin diri ini, hidup, dan karya kita sebagai pekerjanya.
Akhirnya sadarlah, bahwa Tuhan sedang memerlukan engkau untuk bekerja di kebun anggur-Nya; Kebun anggur-Nya adalah keluarga dan komunitasmu; kantor dan tempat kerjamu; di mana pun engkau berada dan ke mana pun engkau pergi, di situlah Anda diutus untuk bekerja demi terwujudnya Kerajaan Allah.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.