Kuk yang Membebaskan

”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11: 29).
Sering kali kita berpikir, bahwa mengikuti Tuhan adalah sesuatu yang berat: banyak aturan dan banyak tuntutan. Tapi Yesus justru berkata, bahwa kuk yang Ia berikan itu pas dan ringan.
Pada zaman Yesus, kuk itu dibuat secara khusus agar sesuai dengan lembu yang memakainya. Kuk itu tidak dimaksudkan untuk menyiksa, melainkan untuk membantu lembu bekerja dengan baik. Demikian pula kuk dari Yesus. Kuk-Nya bukanlah beban yang menekan, melainkan jalan hidup yang menuntun kita kepada damai.
Sesungguhnya, beban yang membuat hidup terasa berat itu adalah dosa, rasa bersalah, dan berbagai kekhawatiran hidup. Semua itu sering membuat hati ini jadi letih dan gelisah. Yesus datang untuk menukarkan semua beban itu dengan kuk kasih-Nya.
Ketika kita hidup di dalam kasih, beban terasa jauh lebih ringan. Hal itu seperti seorang anak yang berkata saat menggendong Adiknya, “Dia tidak berat, dia saudaraku.” Karena itu, datanglah kepada Yesus dengan penuh percaya. Di dalam Dia, hati yang letih akan menemukan ketenangan yang sejati.
Rm. Valentinus, CSE
Minggu, 05 Juli 2026
Za 9: 9-10 Mzm 145: 1-2.8-11.13-14 Rm 8: 9. 11-13 Mat 11: 25-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.