Berkat Tuhan di Ujung Ucapan Syukurmu

“Di ujung setiap ucapan syukur dan terima kasih itu selalu ada berkat yang siap tercurah untukmu.”

Rasa syukur dan terima kasih itu bukanlah jeritan, permohonan, apalagi sebuah paksaan, melainkan suatu luapan kedalaman jiwa yang tahu artinya makna sebuah pemberian.

Nabi Zakharia mengajak umat Israel untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas hadiah terindah dari Yahweh, yakni datangnya Raja yang adil dan lemah lembut. Dalam Injil, Yesus mengucap syukur atas atas pernyataan Allah kepada mereka yang kecil dan papa, yang membuka hatinya untuk menerima Diri-Nya sebagai pokok dan sumber sukacita mereka. Yesus tahu kesulitan dan penderitaan mereka sehingga Ia mau merasa seperti mereka. Ia mau meyakinkan mereka, bahwa mereka ada dalam perlindungan Allah sebagai Bapa yang baik.

Firman Tuhan ini meyakinkan kita semua, bahwa:

  • 1) Setiap dari kita tidak bisa terhindar dari sakit dan penyakit, kecemasan dan ketakutan, serta kesedihan dan duka. Tapi semua itu jangan sampai memadamkan kobaran api harapan, bahwa Tuhan tetap menjaga dan melindungi kita;
  • 2) Ucapkanlah syukur dan terima kasih atas semua pengalaman hidup ini, karena di balik setiap peristiwa selalu ada sapaan, hiburan, kekuatan, nasehat dan teguran Tuhan untuk kita agar berbalik kepada-Nya.
  • 3) Hiburan dan kekuatan kita adalah Firman Tuhan, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah daripada- Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Sehingga hati kita memperoleh ketenangan.

Karena itu, ucapkan syukur dan terima kasih di setiap peristiwa hidup ini agar Allah memberikan berkat-berkat-Nya, ketika ucapan syukur itu menyentuh ujung jendela Surga.

Monsignor Inno Ngutra, Pr