Kelana Kampung dan Kota -78
Simply da Flores
Ketika HUT Lima Abad Jakarta

1.
Tanah Betawi adalah tungku api
bagi waktu kelana aneka suku bangsa
Bumi Salaka Negara adalah Kuali Sejarah
untuk memasak berbagai kepentingan sandiwara
Dan
hari ini telah dirayakan lima abad
Betawi memasak adonan selera
tetapi bukan kerak telor dan ketoprak
melainkan parade perjumpaan aneka suku bangsa Nusantara
Yang sempat dikenal dengan Sunda Kelapa
dan juga nama Jayakarta
Yang tercium aromanya oleh warga dunia
dan hadirkan minat pedagang berbagai bangsa
datang meraih damba dan dapatkan selera
2.
Betawi tungku bara api
entah seperti apa anak cucumu kini
Salaka Negara sebagai Kuali Sejarah
entah disadari atau tidak semua jasamu
Ketika para kolonial datang ke sini
sosok wajahmu begitu mempesona
untuk aneka selera dan kepentingan mereka
Wajahmu didandani aneka rupa gaya
dan peranmu terus dibuat inovasi
Dari Betawi jadi Batavia
yang jadi pusat dagang dan agenda politik koloni
terhubung ke aneka area produksi di Jawa
dan menyebar ke seluruh Nusantara
dengan strategi ‘devide et impera’
Menguasai sumber daya alam dan manusia
melukis sosok wajah adat budaya Nusantara
3.
Bara tungku api di Betawi
membakar nurani jiwa generasi Nusantara
untuk menyadari diri sebagai bangsa berdaulat
Kuali di Bumi Salaka Negara memasak nalar generasi pewaris negeri
agar berani bangkit dan merdeka
Maka…
semangat berkobar membangun persatuan
Tekad membara berjuang mengusir kolonial
Berbagai kelompok dari suku bangsa
terlahir di Betawi
agar wujudkan kemerdekaan bangsa
Dan
Lahirlah Proklamasi Kemerdekaan NKRI
dengan korban nyawa dan harta benda
Dari tungku api Betawi dan Kuali Salaka Negara
Jakarta jadi Ibukota NKRI
yang telah berumur 80 tahun
Entah benar kita sungguh merdeka atau justru nasib kembali dijajah bangsa sendiri?
4.
Hari ini Jakarta menoreh sejarah
sudah berumur lima abad
Anak generasi Betawi perlahan sirna
seperti arang yang berserak
di antara gedung mewah menjulang
dan kantor bergengsi pemerintah NKRI
yang dihiasi gemerlap kisah cerita korupsi
dan beragam pesta pora pejabat koruptor, politisi busuk dan pebisnis tamak
Ketika gegap gempita lima abad Jakarta
para anak cucu Salaka Negara nasibnya seperti debu dan puing
mengembara di lorong sempit dengan odel-ondel mengemis recehan nasib
Entah…
Lima abad kota Jakarta
dari siapa, oleh siapa dan untuk siapa?
5.
Merayakan lima abad Kota Jakarta
masih ada deretan tanya miris dan galau
Ke mana para pewaris tanah Betawi
Seperti apa nasib anak generasi Salaka Negara
Dan
bersama tanya pangeran Jayakarta dan Si Pitung
segenap anak suku bangsa Indonesia pun bertanya
Jakarta untuk siapa dan Indonesia akan ke mana
Hari ini…
Lenggang lenggok Jakarta telah jadi milik wajah-wajah bertopeng
Mereka berpesta pora terbahak
terus menjajah dan menguasai suku bangsa Nusantara
Mereka terus merampok kekayaan alam negeri ini
Atas nama negara dan aneka aturan
Atas nama pembangunan dan program nasional
Atas nama kemajuan bangsa dan kesejahteraan seluruh rakyat
Atas nama Pancasila dan nama Sang Pencipta
Mereka melakukan apa saja demi gengsi, selera dan harta
karena memiliki kewenangan, iptek dan senjata
“Dari Betawi dan Salaka Negara ke Sunda Kelapa
Lalu singgah ke Jayakarta dan Batavia
Kemudian jadi Jakarta dan entah ke mana?”