Senandung Kerahiman Tuhan

“Bekerja di bawah tekanan itu berat. Bekerja mengikuti ritme kerahiman Ilahi itu indah dan dahsyat.” -Mas Redjo

Bekerja dituntut menyelesaikan tugas, ‘dead-line’, atau target itu menguras energi, tertekan, dan membuat kita stres. Faktor yang mempengaruhi itu adalah, ketika kita cenderung mengandalkan kekuatan sendiri, atau bisa jadi kita tidak siap untuk menyelesaikan tugas berat itu.

Berbeda hasilnya, jika kita bekerja dengan cerdas dan menikmatinya dengan sukacita. Cara itu saya lakukan agar tidak stres. Sehingga dada ini tetap nyaman dan tiada beban.

Prioritas utama saya adalah, dengan mengenali pekerjaan itu secara saksama dan mohon penyertaan Tuhan agar saya dapat menyelesaikannya dengan baik.

Selalu membiasakan diri untuk memberikan kemampuan terbaik itu yang saya lakukan dalam bekerja dan menurlesaikan tugas. Karena saya tidak mau mengecewakan orangtua dan siapa pun yang mempercayai saya.

Tidak sekadar membuat rencana matang dan strategi jitu, tapi yang utama adalah melakukan segala sesuatu itu dengan sepenuh hati seolah-olah kita sedang melayani Tuhan, bukan sekadar untuk menyenangkan manusia (Kolose 3: 23).

Bekerja untuk melayani Tuhan yang tidak didasari demi upah, hasil pencapaian, pengakuan, atau validasi. Tapi muncul dari kedalaman hati kita sebagai ungkapan syukur atas karunia kasih-Nya.

Selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik dari hidup kita agar dunia ini makin cerah, indah, dan menakjubkan!

“Rencana orang yang rajin itu mendatangkan kelimpahan, tapi setiap orang yang terburu-buru hanya mengalami kekurangan” (Amsal 21: 5).

Mas Redjo