Penyembuhan dan Pengampunan

Yesus kembali ke kota-Nya dan menyembuhkan seorang lumpuh yang dibawa oleh teman-temannya. Hal yang menarik adalah perkataan
Yesus kepada orang lumpuh itu bukanlah tentang kesembuhan fisik, melainkan pengampunan dosa, “Teguhkanlah hatimu, hai Anak-Ku, dosa-dosamu diampuni.” Tindakan ini menimbulkan protes dari ahli-ahli Taurat yang menganggap Yesus menghujat Allah. Yesus yang mengetahui pikiran mereka, bertanya mengapa mereka berpikir jahat dalam hati mereka. Ia kemudian menunjukkan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dengan menyembuhkan kelumpuhan orang itu. Kesembuhan fisik jadi bukti nyata dari kuasa-Nya untuk menyembuhkan jiwa. Peristiwa ini mengajarkan kepada kita, bahwa pengampunan dan penyembuhan adalah dua sisi mata uang kasih Allah.

Marilah kita meneladan kasih Yesus dengan menawarkan pengampunan kepada seseorang yang mungkin telah menyakiti kita. Ini mungkin sulit, tapi tindakan mengampuni membebaskan hati kita dari beban kepahitan. Selain itu, kita bisa jadi saluran penyembuhan bagi orang lain melalui tindakan kasih dan kepedulian, seperti mendengarkan seseorang yang sedang kesulitan dengan memberikan bantuan praktis atau sekadar mengucapkan kata-kata yang membangun dan menyemangati. Tindakan-tindakan sederhana ini adalah wujud nyata dari kuasa mengampuni dan menyembuhkan yang diajarkan Yesus kepada kita para pengikut-Nya.

“Ya, Tuhan Yesus, ajari kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi, dengan memberikan pengampunan dan jadi saluran penyembuhan bagi sesama. Amin.”

Ziarah Batin