Perayaan Santo Petrus dan Paulus

Hari ini Gereja sejagat merayakan Santo Petrus dan Paulus. Mereka adalah dua tokoh besar dengan watak berbeda, tapi selalu bersama-sama. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk mengisi kekosongan yang terjadi sejak Kristus bangkit dan naik ke Surga. Mereka melaksanakan tanggung jawab itu dengan bantuan Roh Kudus, agar orang-orang beriman betah di dalam Gereja.
Mereka menunaikan tugas dan tanggung jawab dengan caranya masing-masing. Petrus dengan semangat yang berkobar-kobar dan spontan berkarya di pusat, sedangkan Paulus yang tak kenal lelah berkarya di daerah-daerah bangsa non-Yahudi dan tak bersunat.
Petrus berasal dari kalangan 12 Rasul yang selalu hidup bersama Yesus. Iman Petrus bertumbuh dalam perjumpaan langsung dengan Yesus. Sementara Paulus adalah orang yang percaya kepada Yesus setelah menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus, ia lalu bertobat. Kedua tokoh ini memiliki relasi dan iman yang sama kepada Yesus.
Dalam Injil, kita mendengarkan jawaban yang tegas dan spontan dari Petrus, ketika Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Tapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” jawab Simon Petrus. Jawaban ini tepat dan benar adalah bukan sesuatu yang kebetulan. Yesus mengatakan, bahwa Petrus bisa menyatakan demikian berkat Bapa di Surga. Hal ini dimungkinkan, karena relasi dan iman Petrus yang mendalam kepada Yesus. Meski Petrus jatuh dan bangun dalam kesetiaan membangun relasi dengan Yesus, tapi iman dan keyakinannya yang teguh kepada Yesus dan bersama Rasul-rasul yang lain jadi dasar bagi terbentuknya Gereja. Sebaliknya Paulus tidak bertemu dan menjawab langsung pertanyaan Yesus seperti Petrus, tapi Paulus di dalam surat-suratnya sebagai pewartaan tentang Yesus menunjukkan relasinya yang tidak kalah mendalam dan kuat. Surat-surat Paulus jadi salah satu dasar bagi iman Gereja.
Hari ini kita juga ditanyakan Yesus dengan pertanyaan yang sama, lantas bagaimana jawaban kita kepada Yesus. Semoga dalam kehidupan keseharian kita bisa menjawab dengan jujur, meskipun kadang kurang tepat.
“Ya, Bapa, tuntunlah Gereja-Mu dengan Roh Kudus sebagaimana Engkau menuntun Rasul Petrus dan Paulus dalam perjuangan mereka membangun iman umat. Amin.”
Ziarah Batin
(adiutami.com / ziarahbatinkatolik.blogspot.com / Buku Ziarah Batin)