“Melalui Baptisan, Tuhan telah memberi kami identitas baru. Kami bukan lagi hamba dosa, melainkan anak-anak-Nya yang hidup dalam Kristus.”
Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu menyampaikan sabda yang tidak mudah: mengasihi Dia di atas segalanya, memanggul salib, dan kehilangan hidup demi Dia. Jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri, semua itu terasa berat, bahkan menakutkan.
Pemazmur memberi kami kunci untuk memahami semuanya: “Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya.”
Bapa, kami mampu berserah kepada Yesus bukan karena jalan kemuridan itu mudah, melainkan karena kami percaya pada kasih setia dan kerahiman-Mu. Engkau bukan Tuhan yang menuntut segalanya tanpa memberi apa pun. Engkau adalah Bapa yang terlebih dahulu memberikan segalanya melalui Putra-Mu.
Seperti perempuan Sunem, ajarlah kami menyediakan ruang bagi-Mu dalam hati dan rumah kami. Bukalah mata kami untuk menerima Yesus dalam diri sesama, terutama yang kecil, lemah, letih, dan membutuhkan belas kasih.
Melalui Baptisan, Engkau telah memberi kami identitas baru. Kami bukan lagi hamba dosa, melainkan anak-anak-Mu yang hidup dalam Kristus. Mampukan kami mati terhadap kesombongan, keakuan, ketakutan, dan keterikatan yang menjauhkan kami dari-Mu.
Saat salib terasa berat, ingatkan kami, bahwa kami tidak pernah berjalan sendirian. Kerahiman-Mu menopang kami. Rahmat-Mu menguatkan kami. Kasih-Mu berjalan mendahului kami.
Bapa, saat Yesus jadi yang utama dalam hidup kami, segala sesuatu menemukan tempatnya yang benar. Ajarlah kami percaya penuh pada kerahiman-Mu, sebab siapa yang kehilangan hidup demi Kristus —akan menemukan hidup yang sejati.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

