“Berpikir negatif dan buruk itu meracuni dan melukai diri sendiri. Tapi berpikir positif dengan hati itu mencerahkan jiwa dan berlimpah anugerah-Nya.” -Mas Redjo
Fakta membuktikan! Ketika berpikir negatif, buruk, dan apalagi mencari kesalahan serta menghakimi orang lain, kita menemukan banyak keburukan. Ketika mencari hal-hal baik dan positif pada orang lain, kita justru sulit menemukannya. Ternyata, pandangan kita terhalang balok di pelupuk mata sendiri!
Sesungguhnya, hal itu cerminan diri sendiri, ketika menghakimi orang lain. Kita diingatkan, tapi abai oleh firman-Nya, bahwa “Ukuran yang digunakan untuk mengukur orang lain, juga akan diukurkan pada kita” (Mat 7: 2).
Orientasi itu yang menyadarkan saya untuk tidak mudah menilai, apalagi menghakimi orang lain. Saya sadar-sesadarnya, dengan membiasakan berpikir negatif dan buruk itu tidak hanya meracuni dan melukai diri, tapi sumber penyakit jiwa yang harus segera diobati dan disembuhkan agar kita tidak binasa!
Dengan membiasakan diri berpikir negatif (-), kita makin berkurangan, miskin, dan menderita. Sebaliknya, fengan selalu berpikir positif (+), kita makin berlimpah anugerah-Nya dan kaya rohani.
Selalu membiasakan diri berpikir positif dan baik itu dengan hati agar hidup ini makin nyaman dan damai. Kita juga diarahkan untuk menuju hidup yang semakin baik. Tapi jauh lebih bijak dan dahsyat, jika pikiran positif serta baik itu diwujudkan ke dalam tindakan agar semua itu jadi nyata!
Berpikir positif itu menyehatkan jiwa. Tapi untuk wewujudkan semua rencana yang baik itu jadi nyata adalah anugerah Allah!
Berpikir dengan hati, mewujudkan karya Ilahi.
Mas Redjo

