Alhamdulillah wa syukurilah
Terima kasih diajak sahabat berkelana ke dalam pribadi
Berziarah menelusuri sepi, sunyi dan hening
Dari tanya lara nestapa
dan gugatan resah rindu damba
Lalu,
mengembara kepada sepi, sunyi misteri
Dan bertanya ‘siapakah aku ini’
Lalu…
pijar cahaya kerendahan hati membersit
Berkas bara nyala api bangkit
Kesadaran terbuka dilukis jawaban Sang Maha Tanya
“Kehebatan akal budimu yang paling tinggi
hanyalah titik debu di luasnya semesta
Apalagi di hadapan-Ku Sang Pemilik segalanya”
Maka,
benih iman yang murni tumbuh berakar
Taqwa yang tulus bertunas lahir
Sujud syukur yang ikhlas menggores kanvas nurani sanubari
Jiwa raga gentar tunduk hormat
Pribadi terpesona daraskan makna hakikat
Tanya sejati mendapat jawaban makrifat
“Aku Sang Ilahi ada dalam jiwa raga, sekaligus melampaui segala jagat semesta
Aku Sang Maha Tanya
sedekat desah nafasmu dan detak jantungmu
Aku ada di sini
Aku ada dalam sesama saudara insani
Aku ada dalam segenap isi alam semesta
Aku nyata sekaligus maha misteri
bagi jiwa raga dan akal budimu yang terbatas”
Apakah hakikat makna dari semua ini
tentang cinta kasih sayang sesama saudara
tentang Hablum minna Nash, hablum minnal Allah
tentang perjuangan amal dan ibadah
tentang ungkapan iman dan taqwa
tentang upaya harmoni selaras dengan alam lingkungan jagat semesta
tentang pribadiku rohani dan jasmani
tentang kita adalah ciptaan istimewa Sang Ilahi?
Kita semua…
Sejatinya sama hakikat dalam keanekaragaman
Hidup kita tergantung mutlak pada alam lingkungan jagat semesta
Kita berasal dari Sang Maha Nama dan Maha Misteri
Karena itu
Kita perlu membuat jawaban tulus jujur pribadi
Haruskah otak berkelahi dengan telapak kaki
Mestikah wajah mengadili kedua tangan
Pantaskah mulut mencaci maki perut dan bokong
Layakkah saling mengadili atas nama Allah tentang kebenaran dan kebaikan sejati?
Akhirnya…
Kita semua pribadi bebas memilih dan memutuskan
Aku ini apa dan siapa
Aku mau bicara dan bertindak bagaimana
Aku mau jadi apa dan siapa
Aku akan pulang ke mana?

