“Jujur itu murah, palsu itu mahal.” -Rio, Scj
Yang sering membuat ‘story’ pasti pernah mengalami ini: yang like sedikit, tapi yang melihat banyak. Pesan sederhana untuk kita: dalam hidup ini mungkin hanya sedikit yang benar-benar menyukai kita. Jujur menerima kita apa adanya. Sementara yang ingin tahu kehidupan kita banyak banget… Meski begitu tetaplah jujur pada diri dan sesama.
Jujur itu sebuah keberanian. Keberanian untuk mengakui kesalahan dan menerima segala konsekuensi dari perbuatan. Jujur itu original, tidak ada polesan atau banyak alasan, dan melegakan. Jujur itu sangat mahal. Jujur akan membuat kita dipercaya dan kepercayaan itu tidak ternilai harganya. Lebih baik jujur daripada penuh kepalsuan.
Dunia banyak menawarkan kepalsuan, meski begitu banyak orang terjerat dan suka akan kepalsuan. Yang tampil di media sosial kadang jebakan. Aslinya jerawatan, yang terlihat mulus tanpa dempulan. Aslinya hitam, jadi putih mengingkari kerja keras Tuhan yang menciptakan. Hidupnya sederhana, yang nampak sering penuh gaya. Semua terlihat keren. Padahal antara keren dan kere yang membedakan cuma huruf N. “Demi pengakuan rela Ngutang.”
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

