Ketika seseorang membangun rumah, dia akan membangun fondasi terlebih dahulu. Tentu saja fondasi yang dibangun itu sudah diperhitungkan bahan-bahannya; seperti semen, pasir, batu atau tiang panjang sehingga fondasi itu jadi kuat dan tidak gampang roboh atau hancur, ketika rumah diterpa angin, banjir, dan gempa.
Sejatinya kita diajak membangun hidup di atas fondasi iman yang kuat, yakni firman Tuhan dan menaatinya. Bukan sekadar mendengarkan, melainkan juga melakukan yang diajarkan dalam Sabda Tuhan. Yesus menegaskan, bahwa bukan semua orang yang memanggil-Nya Tuhan akan masuk dalam Kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa-Nya.
Raja Yoyakhin mengalami kehancuran dan perampokan Bait Suci oleh Raja Babel yang diakibatkan oleh dosa dan pemberontakannya terhadap Allah. Melalui pengalaman Raja Yoyakhin, kita diingatkan, bahwa kesetiaan pada firman Tuhan adalah fondasi penting dalam hidup. Jika kita tidak mendengarkan dan tidak melakukan perintah Allah, hidup kita akan rapuh dan mudah hancur saat menghadapi tantangan.
Mari kita belajar untuk jadi orang-orang bijaksana yang membangun hidup kita di atas dasar iman yang kokoh, yaitu Kristus dan firman-Nya.
“Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk jadi orang-orang bijaksana yang membangun hidup di atas dasar iman yang kokoh, yakni firman-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

