“Setiap orangtua mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Terkadang, karena pengaruh lingkungan dan pergaulan bebas, maka kelakuan anak-anak itu berbeda jauh dari sifat dan akhlak orangtuanya.”
Kita sering mendengar pepatah, “buah jatuh tidak jauh dari pohon.” Tapi ada sebagian buah yang jatuh di tempat lain yang jauh dari pohon, bila dibawa oleh burung-burung.
Hari ini adalah perayaan Kelahiran St. Yohanes Pembaptis. Dia adalah Nabi yang menutup masa kenabian Perjanjian Lama dan sekaligus membuka gerbang Perjanjian Baru. Dialah suara yang berseru-seru di padang gurun, “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan. Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat.”
Di hari perayaan kelahirannya, kita mendengar decak kagum orang-orang di akhir Injil, “Menjadi apakah anak ini nanti? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”
Di hari perayaan St. Yohanes Pembaptis ini, kita diajak untuk bermenung dan berefleksi tentang diri dan apa yang kita bisa perbuat selama hidup masih terberi kepada kita, yakni:
- 1) Sebagai Orangtua: Tentunya Anda mengharapkan yang terbaik bagi dan dari anak-anak kita. Siapkanlah hati juga untuk menerima kenyataan, bahwa kadang ada anak yang tidak bertumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan orangtua. Tapi jangan pernah menyerah. Tetaplah nasihati, berbuat baik terhadapnya dan doakanlah mereka selalu;
- 2) Sebagai Anak: Sadarlah, Anda adalah buah dari pohon keluarga, Ayah Ibu. Jangan pernah menodai ketulusan mereka, tapi juga jangan malu, bila Anda mempunyai orangtua dan keluarga seperti mereka. Adalah tugasmu untuk membesarkan dan mengharumkan nama orangtua. Jadilah kebanggaan bagi mereka.
Akhirnya, adalah tugas kita bersama untuk memberi ruang dan kesempatan bagi setiap anak, siapa pun mereka untuk memiliki masa kanak-kanak yang ceria dan menyenangkan. Jangan mengambil masa-masa indah itu dari anak-anak, karena Malaikat pelindung mereka selalu menjaga dan melindungi.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

