Mari Bercermin Diri…!

“Balok dalam mata kita tidak disingkirkan oleh rasa malu, tapi oleh kerendahan hati yang menyerahkan diri pada kerahiman Tuhan.”

Allah yang Maha Rahim, Sabda-Mu mengajarkan sesuatu yang sangat mendalam: “kebutaan terbesar sering kali bukanlah yang gagal dilihat di dunia, melainkan yang gagal dilihat dalam diri sendiri.”

Bangsa Israel jatuh, karena berulang kali mengabaikan peringatan-Mu. Engkau terus mengutus para Nabi untuk memanggil mereka kembali, tapi mereka mengeraskan hati dan menolak koreksi.
Betapa sering kami juga seperti itu, Bapa.

Dalam Injil, Yesus dengan penuh kasih menyingkapkan salah satu tanda paling jelas dari kebutaan rohani: “melihat selumbar di mata saudara, tapi tidak melihat balok di mata sendiri.”

Betapa mudah kami melihat kelemahan orang lain; cepat menilai, berasumsi, dan mengkritik dalam hati. Kadang kata-kata kami terdengar benar, tapi di dalamnya tersembunyi kesombongan, ketidaksabaran, atau luka batin yang belum sembuh.

Sering kali, kelemahan orang lain yang paling mengganggu kami justru mencerminkan kelemahan sendiri.

Pemazmur mengingatkan kami: pertolongan manusia sia-sia; hanya Engkau yang dapat memulihkan kami. Tanpa rahmat-Mu, kami tidak mampu menyingkirkan balok dari mata sendiri.

Hari ini kami tidak meminta mata yang tajam untuk menilai orang lain, tapi hati yang rendah untuk dikoreksi oleh-Mu.

Selidikilah hati kami, ya, Tuhan. Tunjukkan titik-titik buta kami. Singkapkan kesombongan, luka batin, dan kebiasaan buruk yang menghalangi kami mengasihi seperti Yesus.

Singkirkan setiap balok dari mata kami: penghakiman, kemunafikan, merasa diri paling benar, dan kurangnya belas kasih.

Ajar kami melihat seperti Yesus melihat. Yesus tidak memandang kami dengan penghukuman, tapi dengan belas kasih. Dia tidak mendefinisikan berdasarkan kegagalan kami, tapi berdasarkan siapa kami dapat menjadi dalam kerahiman-Nya.

Penuhilah kami dengan belas kasih yang sama Bapa agar tidak sibuk mengkritik, tapi menguatkan; tidak menghukum, tapi memahami; dan tidak melukai, tapi menolong sesama untuk bangkit.

Kami serahkan diri ini dan semua orang yang sulit kami kasihi ke dalam samudra Kerahiman Ilahi-Mu.
Yesus, Engkau andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)