1.
Sayap-sayap gengsi terbang ke langit maya
membawa tekad baja
membangun kota di awan angkasa
mengusung selera mimpi mendirikan istana di planet-planet
Ini namanya kreasi proyek digital bangsa
Ini disebut proyek strategis milenial nasional
Padahal kaki masih menginjak debu tanah
dan nafas masih menghirup udara di bumi
Mungkin mereka itu pencipta dan pemilik Zaman Edan
2.
Orang-orang pintar semakin cerdik dan licik
Kata-kata janji terus diproduksi
untuk membodohi jutaan rakyat sederhana
Sedangkan hak milik rakyat dirampok dan dikuras
Bahkan yang lantang bersuara dibungkam dengan senjata
karena mereka itu satu komplotan dengan penguasa koruptor, pebisnis tamak dan politisi busuk
Adat, agama dijadikan sarana kekuasaan
Allah pun hanya topeng sandiwara kepentingan
3.
Keterasingan dilahirkan kebodohan pribadi
yang lupa pada hakikat sejati diri
Pikiran diabaikan hanya demi kenikmatan raga
Nalar hanya digunakan bagi kepuasan selera
Sarana iptek digital dan senjata canggih diandalkan
untuk selalu bersandiwara dengan seribu topeng
Kepentingan gengsi dan selera zaman
terus membutakan hati nurani dan mematikan sanubari jiwa
4.
Bara api terus berkobar di tangan, kaki dan dadanya
Mereka yakin itulah patriotisme dan kemanusiaan
Mereka gaungkan sebagai kebenaran dan keadilan
Tetapi…
antara kata dan fakta sungguh paradoks
Mereka berpesta pora dan terbahak tertawa
Sedangkan jutaan korban lara mati merana
Mulut dan matanya berkilau nyala api
yang selalu membakar setiap sosok dan suara penghalang
5.
Orang-orang yang terasing
hidup hanya dengan selera rasa dan nikmat raga
Pikiran pintar demi mengabdi kepuasan selera
Nalar cerdik hanya untuk jadi hamba kenikmatan raga
Hidup adalah bara dan nyala api
Bara selera rasa dan kenikmatan raga
Nyala api kepentingan diri serta kelompok
karena merekalah penguasa semua orang dan pemilik segala sesuatu

