Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Dalam keluarga petani di kampung, ada banyak nasihat atau petuah. Antara lain soal menghargai waktu dan pentingnya bangun pagi-pagi. “Jangan bangun kesiangan, nanti rezekimu dicotok ayam. Maka, bangunlah saat ayam bangun dan berkokok, siapkan dirimu pergi ke kebun ladang untuk mulai bekerja. Orang yang malas dan bangun setelah matahari terbit panas, akan ketinggalan kesempatan dan kehilangan rezekinya.”
Nasihat tersebut diberikan dalam konteks kehidupan di kampung, bagi keluarga petani. Namun, menurut saya, pesannya tetap relevan bagi siapa pun hingga zaman now. Pertama, adalah soal mengelola waktu kerja dan kebiasaan hidup. Tanda alam bisa menjadi patokan dan pembelajaran. Kedua, soal ketekunan dan kerja keras sebagai prinsip menjamin rezeki kehidupan. Hidup perlu bekerja keras dan menggunakan waktu dengan baik. Jika malas dan tidak bisa mengelola waktu, maka rezeki akan terlewat dan kesempatan diambil orang lain.
Ketika melihat kenyataan generasi zaman now, suasana zaman menawarkan yang instan dan gaya hidup yang berbeda. Profesi yang dominan adalah aneka jasa, yang jauh berbeda dengan tradisi kampung dan kehidupan sebagai petani dan nelayan sederhana. Generasi sekarang, bisa saja kekurangan waktu untuk bersahabat dengan gadgetnya. Namun bukan untuk belajar dan bekerja. Sebaliknya waktu sepertinya kurang untuk menikmati aneka hiburan dan gemerlap Informasi di layar gadget. Ada balita dan bocah yang lebih pentingkan hiburan di gadget dari pada makanan. Akibatnya ada persoalan dengan kesehatan fisik maupun mental, bisa malas belajar dan pengaruh negatif lainnya. Sebab, penggunaan waktu lebih utama diarahkan demi hiburan dengan sarana teknologi digital.
Maka, ketika diberi nasihat tentang waktu, generasi muda sering memberikan reaksi negatif kepada orangtua dan para pendidik. “Nanti rezekimu dicotok ayam,” bisa didengarkan sebagai lelucon. Mereka bisa berpesta hingga subuh, dan siang untuk tidur. Bisa juga bermain game dan aneka hiburan, sepanjang malam di gadget, siangnya tidur, lupa belajar bahkan tidak ke sekolah. Perubahan zaman, juga mengubah cara pandang tentang waktu, serta cara mengelola dan memanfaatkan untuk menjamin kualitas kehidupan.

