Seorang misionaris yang dipanggil dan diutus oleh tarekat ke tempat terpencil, tapi ia cemas dan takut bahkan mungkin mencari berbagai alasan demi kenyamanan diri. Pada tataran tertentu, hal ini sangat manusiawi.
Kita mendengar kisah yang berbeda. Yeremia dipanggil dan diutus Tuhan sebagai Nabi yang adalah alat Tuhan untuk mewartakan dan menegakkan kebenaran, walaupun konsekuensi ditentang dan dimusuhi banyak orang. Dalam situasi yang berat itu, Yeremia tidak menyerah. Ia yakin dan percaya, bahwa Tuhan selalu menyertainya dan rencana keselamatan-Nya harus berjalan sesuai kehendak-Nya. Yeremia tetap setia kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan selalu melindungi dan menolongnya.
Kita pun tidak boleh menyerah pada ketakutan dan kecemasan. Kita harus tetap setia kepada Tuhan, bahkan di tengah kesulitan.
Dalam Injil, Yesus menegaskan, bahwa tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Yesus juga mengingatkan para murid-Nya untuk tidak takut pada manusia, tapi harus takut kepada Tuhan, karena hanya Tuhan yang dapat membinasakan jiwa dan tubuh.
Yeremia dan para murid Yesus menghadapi tekanan dan kesulitan, tapi mereka tetap menjalankan perintah Tuhan untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kita pun demikian, yakni harus berani bersaksi tentang Injil-Nya, bahkan di tengah berbagai kesulitan. Tuhan pasti selalu melindungi dan memberikan kekuatan bagi kita.
Bapa, terima kasih. Engkau memberikan kekuatan kepada kami untuk menjalani kehidupan ini dengan baik, meski menghadapi tantangan dan kesulitan. Kami yakin Engkau selalu menolong, memberi kekuatan, dan menuntun kami. Amin.
Ziarah Batin

