Apa pun yang terbatas itu membuat kita harus berhitung dengan cermat. Apa pun yang dilakukan dalam keterbatasan itu memotivasi kita untuk melakukannya secara maksimal. Kita ukur kekuatan sendiri pada titik yang maksimal. Jika kita berada pada puncak dari titik keterbatasan kita, pada titik itu ada rasa bangga pada diri sendiri.
Menjalani hidup dalam keterbatasan itu menuntut kita untuk berpikir kreatif. Memang peluang yang didapatkan tidak banyak, tapi bukan berarti tidak bisa melakukannya. Dibutuhkan kejelian dan kejernihan pikiran pada saat melakukan sesuatu dalam keterbatasan itu.
Itulah sebabnya, kita jangan menyalahkan keadaan yang serba terbatas, tapi lakukanlah sesuatu dari keterbatasan yang kita miliki itu secara maksimal dan terbaik.
Bisa terjadi, dari keterbatasan yang kita miliki ini, ada orang yang terinspirasi dan termotivasi untuk belajar dari yang kita lakukan dan mencapai hasil maksimal itu.
Adalah hal yang memprihatinkan, ketika banyak orang memutuskan menyerah, karena lelah dengan keterbatasan yang dimiliki. Mereka tidak memiliki semangat juang dan hal ini tidak layak ditiru dan diikuti.
Saatnya kita berani memilih jalan lain yang membuat kita berbeda, yaitu pribadi yang bisa melampaui keterbatasan itu untuk mencapai hasil maksimal.
Semoga hidup kita yang serba terbatas ini mampu menginspirasi dan menyemangati mereka untuk bangkit dan berjuang demi masa depan nan cerah.
Maknai proses dari 4 kata ini: Gelap – Terang – Harapan – Optimis.
Sejatinya, hanya kita yang mampu memperbaiki, mengubah nasib sendiri, dan Tuhan memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

