Ketika seseorang menaruh kepercayaan yang besar kepada orang yang jadi panutan dalam hidupnya, dan apabila orang itu kehilangan sosok panutannya, maka timbullah kecemasan dan kekhawatiran yang pada akhirnya orang itu kehilangan arah hidupnya.
Yoas adalah seorang Raja termuda di Yerusalem. Ia jadi Raja, ketika berusia 7 tahun dan memerintah selama 40 tahun. Alkitab mencatat: “Yoas melakukan yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada” (2Taw. 24: 2). Tapi seiring waktu, ia mulai berubah dan rakyatnya pun meninggalkan Tuhan dan mulai menyembah berhala. Kendati demikian, Tuhan panjang sabar dan murah hati, Ia tetap menantikan pertobatan mereka.
Dalam Injil, Yesus berkata, “Tidak mungkin kamu mengabdi kepada dua Tuan. Karena jika tidak, kamu akan membenci yang satu dan mencintai yang lain; atau kamu akan setia pada yang satu dan tidak setia pada yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Yesus menekankan, bahwa kita harus menaruh Allah di atas segalanya dan tidak boleh mengkhawatirkan kebutuhan duniawi, karena Bapa yang di Surga tahu yang kita butuhkan. Kita harus mengabdi kepada Allah dengan sepenuh hati dan tidak boleh membiarkan kekhawatiran tentang kebutuhan duniawi menguasai hidup kita.
“Ya, Bapa, kami selalu percaya bahwa Engkaulah sumber kehidupan kami. Amin.”
Ziarah Batin

