“Tidak semua yang pergi itu akan kembali” -Rio, Scj
Nikmatnya kopi itu terasa saat masih panas. Tapi saking fokus merawat stroberi, kopi itu jadi dingin. Pesan sederhana untuk kita: Jangan salahkan kopi, jika ia jadi dingin. Toh secangkir kopi itu penah panas, beraroma, menggugah rasa dan selera. Tapi kehangatannya, rasa, dan aroma kopi perlahan hilang, karena dibiarkan.
Begitu juga dengan hidup ini. Karena kita terlalu lama mengabaikan perhatian, kasih dan sayang itu jadi hambar. Kita terlalu sering lupa bersyukur, anugerah dan berkat rezeki itu terasa kurang. Yang ada hanya mengeluh dan protes. Padahal hidup ini berproses agar jangan banyak protes.
Saking seringnya bilang: “Ah, nggak apa-apa; sekali aja kok, tenang aja,” sehingga salah dan dosa itu biasa. Karena sering meremehkan, kesempatan, perhatian, persahabatan dan kasih itu pun berubah dingin. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari, karena yang ada justru penyesalan.
Beri perhatian, agar hidup ini tidak hambar. Hargai kesempatan, karena kasih dan kepercayaan itu mahal. Syukuri untuk semua rezeki yang Tuhan beri. Maafkan saat ada yang tidak berkenan, melukai, dan mengecewakan. Ingat tidak semua yang pergi itu akan kembali. Yang berlalu itu akan terulang. Jangan tunggu penyesalan, jika masih ada kesempatan. Hidup ini tidak untuk disia-siakan, tapi dimaknai.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

