1.
Ketika coba digabungkan semua suara
Sesama yang berteriak atas penindasan dan ketidakadilan
Semua orang yang berdemo nantang di jalanan dan gedung kantor pejabat
Seluruh rakyat yang merintih dan berontak dalam keluarga, di halaman perusahaan serta di tengah hutan pelosok
Mungkin…
jeritan suara lara derita mereka
sudah bisa menghalau debur ombak samudra
Apalagi, ketika menggunakan sarana mengeras suara canggih
Tetapi…
selalu sirna tak didengarkan para menguasa korupsi dan pebisnis tamak
2.
Ketika dikumpulkan jumlah sosok pribadi nestapa
Yang terkunyah di emperan dan sudut kota
Yang lara menderita di seluruh pelosok negeri
Yang tergusur dan tertindas di tanah warisan leluhurnya
Yang merana tak mempunyai pekerjaan dan antri di kawasan pabrik industri
Yang kebingungan membawa ijazah lamaran dan menjelma jadi geng kriminal
Mungkin…
jumlahnya sebanyak pasir pantai dan bintang di langit
Tetapi…
segelintir orang kaya tamak, politisi busuk dan pejabat koruptor
terkenal berpesta pora menutup mata
sambil tertawa terbahak atas selera gengsinya
3.
Ketika dideretkan kasus ketidakadilan
yang membelenggu rakyat jelata di seluruh negeri
karena tak mempunyai koneksi pejabat berkuasa
karena miskin tak mampu menyogok oknum penegak hukum
karena tak punya senjata melawan pengusaha yang merampok hak dan martabatnya
Sedangkan…
beranak pinak kasus korupsi yang terus terjadi
berbagai aturan yang tumpang tindih tercipta
bermacam pajak dan kewajiban yang menjerat nasib rakyat
Serta deretan janji dan kata manis di sosial media
Mungkin…
perbandingannya seperti fakta pasir pantai dan ombak gelombang samudra
Inikah takdir semesta bagi kehidupan insani
Ataukah ini memang panggung sandiwara abadi kehidupan?
4.
Atas nama ‘sesama saudara’
Karena kita sama satu udara yang dihirup
Karena kita sama menginjak debu tanah bumi
Maka…
Saya tulis ayat rintihan ini padamu angin
agar bawakan kepada semua nafas para penjahat dan pengkhianat bangsa
karena mereka hidup pasti bernafas
Saya catat bait duka lara anak bangsa ini
agar disematkan di telapak kaki semua pejabat korup, pebisnis tamak dan politisi busuk
karena mereka masih ada di atas debu tanah bumi ini
Mungkin…
pikiran mereka tertutup cahaya nafsu dan gemerlap gengsi
Hati nuraninya buta oleh kuasa dan harta
Jiwanya dikuasai keyakinan diri sebagai Tuhan atas semua orang
dan Tuan raja pemilik segala sesuatu
5.
Atas nama sesama saudara manusia
Aku tulis potongan ayat balada ini
sebagai serpihan doa kepada Ibu Bumi
agar mendapat jawaban belas kasih
Aku catat bait lara derita rakyat ini
sebagai puing ratapan jiwa raga kepada Bapa Angkasa jagat semesta
agar segera hadirkan Ratu dan Raja Adil
Fakta dari zaman ke zaman
sepertinya mayoritas jutaan rakyat bangsa
harus ditindas dan diinjak oleh segelintir orang
yang mempunyai kuasa, harta dan senjata
Padahal…
Udara dan alam ini bukan milik mereka
Kami sebagai manusia pun sama tak meminta terlahir untuk jadi korban kejahatan
Apakah semua ini misteri Ilahi
Ataukah memang rencana dan kehendak Sang Pencipta?

