Tuhan Setia kepada Janji-Nya

Yesaya berbicara tentang kegembiraan dan kepastian akan keselamatan yang Tuhan janjikan kepada umat-Nya. Tuhan setia kepada janji-Nya, dan umat-Nya akan menemukan sukacita sejati. Keselamatan dan kebahagiaan itu merupakan bukti kasih Tuhan yang sempurna dan seluruh umat-Nya akan menemukan kedamaian dan kepastian. “Karena seperti musim semi di atas tanah, demikianlah sukacita dan kebahagiaan di hadapan Tuhan.”

Dalam Injil Lukas, diceritakan kisah Yesus yang pergi ke Yerusalem untuk perayaan Paskah dan Ia ditemukan di Bait Allah. Hal ini adalah awal dari perjalanan Yesus yang menunjukkan komitmen-Nya pada tradisi dan keimanan-Nya. “Sesudah beberapa hari, orangtua-Nya menemukan Ia di Bait Allah.” Yesus tetap tunduk pada orangtua-Nya, meskipun Ia sudah memiliki pemahaman dan pengetahuan yang dalam tentang kebenaran.

Pada peringatan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, kita diajak merenungkan kecemasan hati Maria, ketika mengetahui Yesus tidak sedang bersama mereka. Di tengah kesibukan perjalanan, kita bisa saja merasa sendirian dan Tuhan tidak sedang menyertai kita. Kita jadi cemas. Tapi di dalam Tuhan, hati kita tidak cemas, tapi bersorak-sorai. Bersukacita, karena iman kita kepada Tuhan tidaklah sia-sia. Karena itu, carilah Yesus setiap saat.

“Ya, Tuhan, dampingilah kami dalam perjalanan hidup ini agar pada saat mengalami kecemasan dan ketakutan, kami selalu mencari Engkau. Amin.”

Ziarah Batin