“Kuyakin satu hal yang dibuat oleh Maria, Bundaku adalah, walaupun di dunia tak pernah kudengar suara kebundaannya, tapi namaku pasti disebut kepada Yesus, Putranya.”
Maria adalah Ibu terbaik dari dan bagi Yesus, dan Yesus tahu, bahwa kita memerlukannya sehingga, ketika Ia bergantung di kayu salib, Ia menyerahkan Maria Bunda-Nya jadi Bunda kita.
Pada peringatan Hati Tersuci Santa Perawan Maria, kita disadarkan, bahwa sejak ia menyatakan, “Aku ini adalah hamba Tuhan, maka hatinya telah siap untuk mendengar kata-kata keras dari Putranya, “mengapa kalian mencari-Ku?” Atau “siapkah Ibu-Ku?” Atau kata-kata Simeon, “sebilah pedang akan menembusi jiwamu sendiri.” Dari manakah kekuatan Bunda Maria? Semuanya bersumber pada hati dan jiwa tersucinya.
Saat ini di hadapan kelembutan, keibuan, kerahiman hati tersuci sang Bunda, kita ingin mengobati dan memperbaiki hati kita yang telah ternoda dan hancur akibat iri hati, dengki, amarah, dendam, culas, dan penuh berlumuran dosa.
Kita diajak untuk:
- 1) Menjadikan hati tersuci Maria sebagai model dan contoh, bagaimana memiliki hati seorang murid Yesus.
- 2) Menyucikan hati sehingga terhindar dari noda dan dosa adalah cara terindah untuk menjaga Yesus di hati kita dan Ia akan menjaga jiwa kita.
- 3) Berjuanglah agar orang lain bisa merasakan sentuhan hati Bunda Maria, ketika orang-orang dekat padamu.
Akhirnya aku yakin, bahwa di ujung bibir Sang Bunda, namaku selalu disebut kepada Yesus, Sang Juru Selamat.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

