Kita memaknai hati kudus Tuhan Yesus Kristus sebagai ungkapan belas kasih Allah yang Maha Rahim. Kasih-Nya terungkap dalam tindakan-Nya yang ke luar dari diri-Nya, tempat-Nya, dan tahta kemuliaan-Nya untuk menemukan anak-anak kesayangan-Nya.
Kerahiman Allah ditunjukkan sejak manusia jatuh ke dalam dosa dan hidup dalam hukuman dosa. Tuhan hendak menyelamatkan manusia ciptaan-Nya supaya tidak binasa. Dalam proses penebusan yang berlangsung sekian lama, akhirnya datang Mesias, Yesus Kristus, utusan Allah. Inkarnasi merupakan peristiwa Tuhan yang sudah ke luar dari kediaman yang abadi, menjadi manusia dan tinggal bersama umat beriman di dunia. Yesus Kristus menjalankan tugas-Nya dengan tujuan utama ialah menebus dan menyelamatkan dunia serta seluruh isinya dari belenggu dosa dan maut.
Semua tindakan-Nya di dunia, yang dikisahkan di dalam Injil, Tuhan Yesus memiliki preferensi untuk menyelamatkan manusia yang sangat membutuhkan keselamatan. Kita dapat memahami makna hati Yesus Kristus yang senantiasa bergerak ke segala arah untuk menemui, menjangkau, dan menyentuh jiwa-jiwa yang sakit, terbelenggu, putus asa, tersiksa, dan tersesat. Kita menemui pribadi Tuhan yang digambarkan dengan hati yang berlari. Mengapa?
Kita adalah domba-domba yang cenderung berlari dan menjauhi rumah, keluarga, komunitas, Gereja, dan Tuhan. Sering orang berlari, karena menyadari tidak layak lantaran kesalahan yang diperbuatnya. Mereka merasa diri malu atau tidak layak. Ada yang pergi menjauh, karena tidak diterima oleh sesamanya di dalam keluarga, komunitas, dan Gereja. Yang lain lagi berlari pergi dan menjauh, karena merasa tidak mempunyai tempat di banyak kalangan yang lebih dominan golongan dan kulturnya. Juga banyak motivasi lain, mengapa anggota umat Tuhan pergi dan menjauh dari komunitas orang-orang beriman.
Hati Tuhan Yesus penuh dengan kasih dan kerahiman itu pergi, berlari, dan mengejar mereka. Yang berhasil didapatkan itu dibawa pulang ke rumah-nya Tuhan, yaitu Gereja. Banyak dari kita yang mengalami itu, ketika kita menyesali kesalahan dan dosa, lalu menerima Sakramen tobat. Kita kembali ke dalam rumah adalah pengalaman terindah bagi orang yang ditarik oleh hati Yesus yang Maha Kudus. Jika orang yang diikuti oleh hati Tuhan Yesus, sadarlah, bahwa pada saat yang tepat Tuhan akan mendapati dan membawa mereka pulang.
“Ya, Tuhan, semoga hati kudus Yesus senantiasa mempersatukan kami yang saat ini saling menjauh dan terpisah satu sama lain sebagai umat-Mu yang kudus. Amin.”
…
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

