“Pemenang itu selalu mencari peluang, pecundang mencari kesalahan.” -Rio, Scj.
Pohon yang sering selamat dari badai itu bukanlah pohon yang paling kuat, melainkan pohon yang paling lentur. Sains mempunyai istilah untuk itu “psychologycal flexibility.” Sederhananya; kemampuan untuk menghadapi tekanan tanpa kehilangan arah dan tanpa patah di tengah jalan. Persis seperti pohon kelapa, ia tidak melawan angin, tapi mengikuti arah tiupan, batangnya lentur, membiarkan badai lewat, lalu kembali tegak berdiri.
Sebaliknya pohon yang selalu terlindungi dari angin sering kali, tidak siap saat badai pertama datang. Karena ia tidak pernah belajar bergoyang. Hidup kita pun begitu. Tekanan, beban itu selalu datang. Yang bisa beradaptasi akan jadi pemenang. Bukan karena beban dan tekanan ringan, melainkan dia bisa menerima-‘accept’ dan beradaptasi-‘adapt’.
Dalam penelitian bidang “acceptance and commitment therapy,” menemukan hal yang konsisten: Orang yang fleksibel secara psikologis itu tidak berarti hidupnya lebih mudah atau lebih sedikit masalah. Mereka hanya lebih mampu beradaptasi tanpa kehilangan kendali. Menerima dengan rendah hati setiap luka dan derita.
Menerima dan beradaptasi itu bukan soal menahan dan bertahan, melainkan menyesuaikan diri untuk mencari peluang, tanpa kehilangan pijakan. Adaptasi bukan mencari pembenaran dan menyalahkan, tapi tetap bertumbuh dalam zona yang tidak nyaman.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

