“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga” (Mat 5: 19b).
Kita tidak asing dengan istilah aturan. Sejak kecil hingga sekarang, kita selalu hidup dengan aturan, entah itu aturan yang sederhana maupun yang lebih besar. Aturan itu di rumah, sekolah, lingkungan kerja, Gereja, dan bahkan di tempat umum. Banyak dari kita mungkin merasa, bahwa aturan itu menyulitkan. Tapi sesungguhnya aturan itu yang menjaga kehidupan agar tetap tertib dan membantu kita mencapai tujuan dengan baik serta benar.
Aturan atau hukum dibuat dengan tujuan untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia. Karena itu, hukum yang tidak membawa manusia kepada kebaikan dan kesejahteraan itu justru merupakan pelanggaran terhadap martabat hidup manusia. Hal inilah yang sering ditekankan oleh Yesus, ketika Ia berbicara mengenai hukum Taurat.
Dalam Injil, Yesus menegaskan, bahwa hukum atau aturan itu penting dan harus ditaati. Tapi di atas semuanya itu, kita tidak boleh melupakan hukum yang paling utama, yaitu hukum kasih. Kita masing-masing dipanggil untuk meneruskan segala sesuatu yang baik dan tertulis dalam aturan atau hukum, sambil tetap mengingat, bahwa hukum dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk hukum.
Sr. M. Martha, P. Karm
Rabu, 10 Juni 2026
1Raj 18: 20-39 Mzm 16: 1-2.4-5.8.11 Mat 5: 17-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

